Breaking News:

Opini Publik

Sampah Plastik Ancaman Kehidupan Manusia, Refleksi Hari Bebas Kantong Plastik

kantong plastik digunakan rata-rata tak lebih dari 25 menit. Setelah itu, dibuang menjadi sampah.

Editor: Eka Dinayanti

Oleh: Djoko Subinarto, Kolumnis dan Blogger

BANJARMASINPOST.CO.ID - DI sana kantong plastik. Di sini kantong plastik. Di mana-mana ada kantong plastik. Ya, begitulah kenyataannya. Kantong plastik tak pernah bisa lepas dari kehidupan kita sekarang ini. Ia telah demikian mewarnai keseharian kita.

Menurut theworldcounts.com, 160.000 kantong plastik digunakan secara global setiap detik. Ironinya, kantong plastik digunakan rata-rata tak lebih dari 25 menit. Setelah itu, dibuang menjadi sampah.

Nah, sampah kantong plastik inilah yang dewasa ini menjadi persoalan kita bersama. Pasalnya, plastik baru bisa terurai sepenuhnya setelah 1.000 tahun. Dan kalaupun telah terurai, plastik tetap beracun dan berbahaya bagi lingkungan.

Guna menggugah kesadaran masyarakat ihwal betapa bahayanya penggunaan kantong plastik dan sekaligus mendorong agar masyarakat menghindari menggunakannya, Bag Free World, sebuah gerakan lingkungan global, menginisiasi Hari Bebas Kantong Plastik, yang diperingati setiap tanggal 3 Juli.

Ancaman bagi kehidupan
Sebagian besar kantong plastik terbuat dari polypropylene, yang merupakan bahan yang dibuat dari minyak bumi dan gas alam. Artinya, material utama plastik berbasis bahan bakar fosil yang tidak terbarukan. Tambahan lagi, proses produksi plastik ikut pula melahirkan gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim global.

Sebagai limbah, kantong plastik menjadi ancaman bagi kehidupan satwa bukan hanya di daratan, tetapi juga di lautan. Berbagai hewan dan biota laut seperti penyu dan ikan tak jarang salah mengira limbah kantong plastik dan bahan plastik lainnya sebagai makanan mereka dan kemudian memakannya.

Apa yang terjadi setelah mereka mengonsumsi limbah plastik ini adalah sistem pencernaan mereka menjadi terganggu yang mengarah pada berkembangnya infeksi, yang bisa berujung pada kematian. Selain termakan, tak jarang, sejumlah hewan juga dapat terjerat oleh sampah kantong plastik.

Laporan sebuah penelitian menyimpulkan bahwa hampir 35 persen kematian penyu disebabkan karena menelan plastik. Sementara itu, laporan National Geographic menyebut nyaris setiap burung laut saat ini memakan sampah plastik.

Yang lebih mengerikan, diperkirakan 8 juta ton sampah plastik mengotori lautan setiap tahun. Jika jumlah tersebut tidak berkurang, maka pada tahun 2025 mendatang akan ada sekurangnya 1 ton sampah plastik untuk setiap 3 ton ikan, dan pada tahun 2050, jumlah sampah plastik justru akan melampaui jumlah ikan yang ada di lautan. Dengan kata lain, lautan akan lebih banyak dipenuhi sampah plastik daripada ikan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved