Breaking News:

Harga Emas

Harga Emas Antam Sepekan Terakhir, Alami Kenaikan di Tengah Pengangguran Meningkat di AS

Harga emas ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan lalu setelah mencetak harga terendah dalam dua bulan di awal pekan.

Editor: M.Risman Noor
ANTARA FOTO/FB ANGGORO
Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di sebuah toko perhiasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/7/2020). Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Selasa (28/7/2020) berada di angka Rp 1.022.000 per gram, posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menggembirakan dalam sepekan terakhir. Begitulah harga emas yang ditutup menguat pada akhir perdagangan pekan lalu.

Sebelumnya sempat mencetak harga terendah dalam dua bulan di awal pekan. Alhasil, emas pun mencetak penguatan dalam dua pekan secara berturut-turut.

Jumat (2/7), harga emas spot ditutup menguat 0,6% ke level US$ 1.787,30 per ons troi, setelah sempat melonjak ke US$ 1.794,86 per ons troi, level tertinggi sejak 18 Juni.

Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Agustus 2021 ditutup naik 0,4% menjadi US$ 1.783,30 per ons troi.

Baca juga: GPU Murah Bakal Banjiri Pasar, Penambang Bitcoin China Kompak Jual Murah Imbas Tekanan Pemerintah

Baca juga: Izin Tambang Emas  di Hutan Lindung, Ketua DPRD Kotabaru Minta PT Pelsart Ekspose

Dilansir kontan.co.id, Dengan hasil tersebut, emas spot dan emas berjangka pun berhasil menguat 0,3% dalam sepekan terakhir. Ini melanjutkan penguatan yang terjadi di pekan sebelumnya.

Keperkasaan emas sebenarnya datang jelang akhir pekan. Ini terjadi usai data non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) meningkat lebih besar dari perkiraan, yakni 850.000 pada bulan Juni.

emas antam turun 8.000
emas antam turun 8.000 (net)

Meski begitu, tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam naik menjadi 5,9% dari 5,8% pada bulan sebelumnya.

Pejabat Federal Reserve baru-baru ini menyarankan agar bank sentral AS perlu mulai mengurangi pembelian asetnya di tahun ini.

Namun, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago, Phillip Streible mengatakan, data itu tidak mungkin memicu percepatan rencana The Fed untuk melonggarkan stimulus atau memulai kenaikan suku bunga.

Dia menambahkan, emas juga menemukan beberapa dukungan karena banyak analis memperkirakan kejutan kenaikan yang lebih besar pada data.

Baca juga: Viral di Medsos, Kurir Dimarahi dan Disiram Konsumen Gegara Sistem COD

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved