Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pemko Palangkaraya Gandeng Kejaksaan Negeri Pungut Pajak Sarang Burung Walet, PAD Meningkat

Data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Palangkaraya, saat ini jumlah bangunan rumah walet diperkirakan mencapai 700 unit

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Bangunan sarang burung walet di Kawasan Dermaga Kereng Bengkirai Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah memaksimalkan pendapatan asli daerah dengan menggandeng Jaksa dan Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Palangkaraya membuahkan hasil.

Salah satu yang dilakukan dengan pungutan pajak sarang burung walet yang saat ini sudah mencapai sekitar 700 unit bangunan rumah walet.

Meskipun, belum semua bangunan menghasilkan sarang burung walet tetapi pengusaha juga wajib membayar pajaknya.

Data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Palangkaraya, saat ini jumlah bangunan rumah walet diperkirakan mencapai 700 unit.

Baca juga: Pembunuhan di Kalteng, Polres Katingan Ungkap Pembunuh Petani Katingan

Baca juga: Narkoba Kalteng, Warga Kotim Diciduk di Rumah, Polisi Temukan Sepuluh Bungkus Sabu

Semuanya telah mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kota Palangkaraya.

Kepala BPPRD Kota Palangkaraya, Aratuni D Djaban, mengakui pemasukan dari sektor pakak sarang burung walet selama ini cukup banyak.

"Sejauh ini pajak dari usaha sarang walet untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus bertambah,” ujarnya.

Dia mengatakan, potensi besar dari usaha sarang walet tersebut dioptimalkan untuk pemasukan PAD dengan menggandeng Jaksa Pengacara Negara.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polsek Paringin Datangi Masyarakat, Ajak Warga untuk Vaksinasi

"Tahun lalu, terjadi kenaikkan setoran pajak sarang burung walet secara signifikan mencapai 316,67 persen," ujarnya.

Aratuni menegaskan, menggandeng Kejaksaan Negeri Palangkaraya untuk mengoptimalisasikan penagihan pajak sarang walet.

"Piutang pajak sarang walet yang bertahun-tahun belum sempat tertagih, kini bisa dipungut untuk optimalisasi PAD," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved