Breaking News:

Berita Nasional

PT Pelsart Tambang Kencana Lakukan Eksplorasi Sesuai Ketentuan dan Peraturan

Sehubungan dengan pemberitaan Izin Tambang Emas PT Pelsart Tambang Kencana (“PTK/Pelsart”) di Hutan Lindung di media, perlu disampaikan sejumlah hal.

Editor: Edi Nugroho
Kompas.com
Ilustrasi penambangan emas 

"Artinya kawasan lindung itu dalam aturan fungsinya lindung. Tidak boleh diapa-apai," tegas Said Akhmad.

Karena kawasan lindung oleh pemerintah, sambung dia, berarti ada yang harus diamankan. Misal pengendalian banjir dan penggunaan air sungai.

"Di situ (Sungai Durian) ada beberapa sungai," ucap Said Akhmad kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (2/7/2021).

Sementara sungai, salah satu kebutuhan dasar manusia. Sehingga keberadaannya harus dijaga, jangan sampai tercemar.

"Air baku tidak bisa dibuat dipabrik. Tapi buatan Yang Kuasa. Kalau tercemar bagaimana. Selain fungsi hutan lindung untuk penyerapan air," tegas Said Akhmad.

Investasi tidak melarang, tapi harus lebih banyak dampak positifnya daripada dampak negatif.

"Namanya hutan lindung harus dipertahankan, jangan sampai ada kegiatan-kegiatan. Bagaimana nanti anak cucu kita," bebernya.

Sekda pun menyinggung terkait soal rencana embung Gunung Bahalang, di desa Gunungsari, Kecamatan Pulaulaut Utara yang terbengkalai pembangunannya.

Tidak dilanjutkan lagi pembangunannya oleh perusahaan, karena status hutan lindung yang dipersoalkan. Padahal pembangunan embung untuk kebutuhan air bersih masyarakat umum.

"Ya, kalau memanfaatkan boleh saja. Tapi tidak boleh ada kegiatan atau merubah. Maka dari itu persetujuan dikeluarkan untuk tambang emas kita pertanyakan," tambah Sekda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved