Breaking News:

Tajuk

Ancaman Itu Bernama Kebakaran

Rata-rata pemicu kebakaran adalah arus pendek, tak jarang juga karena kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di awal tahun, setiap hari kita selalu mendengar atau membaca berita tentang banjir yang merendam beberapa wilayah di Kalsel, termasuk Kota Banjarmasin.

Banjir telah reda, tapi digantikan berita kebakaran, yang sudah beberapa bulan belakangan hampir terjadi tiap hari di Kalsel. Bahkan dalam sehari bisa terjadi beberapa kali kebakaran di Kota Banjarmasin.

Kamis 1 Juli yang lalu, ruang Satreskrim Polresta Banjarmasin terbakar, Sabtu pagi, satu ruko yang menjadi gudang makanan beku terbakar. Yang lebih tragis seorang kakek yang tinggal seorang diri tewas terpanggang dalam kebakaran yang meluluhlantakkan tempat tinggalnya di Desa Malintang Gambut. Rata-rata pemicu kebakaran adalah arus pendek, tak jarang juga karena kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor.

Kita sudah memasuki musim kemarau, kewaspadaan pun diperlukan. Hampir setiap hari ada bunyi sirene mobil pemadam yang melaju ke lokasi kebakaran. Kebakaran terjadi di seluruh pelosok Banjarmasin, serta wilayah di Kalsel. Belum lagi kebakaran lahan yang terdeteksi di semak belukar yang mengering di pinggiran kota.

Lebih dari 99% penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut adalah akibat ulah manusia, baik yang sengaja melakukan pembakaran maupun akibat kelalaian dalam menggunakan api.
Kebakaran memang bisa disebut musibah yang tak bisa dihindari manusia. Tapi tak ada salahnya kita berhati-hati sebelum musibah terjadi, agar tak ada penyesalan karena kelalaian kita.

Di musim kemarau ini sudah seharusnya kita berhati-hati dan selalu waspada. Bijaklah menggunakan listrik. Selama ini banyak yang menyepelekan masalah listrik. Misal, ketika bepergian lama, saat mudik atau liburan, lupa mencabut listrik dari setop kontaknya. Seperti kulkas ataupun barang elektronik lainnya.

Selain itu, pastikan lampu mati ketika akan bepergian. Jangan lupa untuk memeriksa kompor sebelum bepergian, tidak membuang puntung rokok sembarangan apalagi di tumpukan sampah yang rentan terbakar.

Karena kelalaian satu orang dapat berakibat fatal bagi puluhan orang lainnya, bahkan bisa merenggut korban jiwa. Belum lagi kerugian material karena harta benda yang sudah dikumpulkan sejak lama lenyap dalam sekejap, sementara saat ini keadaan ekonomi pun belum stabil karena serangan pandemi.

Semoga kita semua bisa menjaga lingkungan dan tetap waspada di musim kemarau. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved