Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga PCR Paling Mahal Rp 888 Ribu di Fasilitas Kesehatan Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Biaya PCR Rp 777 ribu di klinik Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel hasilnya keluar 1 hari setelah tes, bayar Rp 888 ribu keluar hari itu juga

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Petugas mengecek dokumen persyaratan keberangkatan calon penumpang di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejak diberlakukan PPKM Darurat di Jawa Bali, berimbas kepada calon penumpang dari Jawa yang akan ke Kalimantan Selatan dan juga yang sebaliknya.

Pasalnya, mereka harus punya hasil PCR negatif Covid-19 dan menunjukkan pula telah divaksinasi. 

Pantauan Banjarmasin Post di klinik layanan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, menyediakan layanan PCR dengan harga Rp 777 ribu, jika mau keluar hasilnya satu hari setelah tes.

Namun jika perlu hasilnya lebih cepat di hari test, biayanya Rp 888.000.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Meninggal 3, Sembuh 22, Positif Bertambah 22 Orang

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 5 Juli 2021 Pecah Rekor Lagi, Sehari Ada 29.745 Kasus Positif

Humas PT Angkasa Pura Bandara Internasional Syamsudin Noor, Zulfian, Senin (5/7/2021), membenarkan bahwa harga PCR lebih mahal dari Rapid Test Antigen

"Kami ada yang harga Rp 777.000 dan ada juga yang Rp 888.000. Bedanya hanya pada menunggu hasilnya, untuk yang lebih murah adalah di hari esoknya," kata Zulfian. 

Dijelaskan Zulfian, untuk pelayanan dibuka setiap hari kerja dari pukul 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. 

Sementara itu, salah satu warga Kota Banjarbaru, Muhaimin, menjelaskan, adanya kebijakan PPKM Darurat di Jawa Bali ini memang membuat makin sulit.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemko Banjarmasin Perketat Pintu Masuk di Pelabuhan Trisakti

"Kami kalau tidak darurat, tidak akan pulang. Ini karena jenguk orangtua sakit, jadi harus balik ke Jawa. Makanya , urus sana sini. Meski mahal, tidak masalah," kata Muhaimin.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved