Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Penjual Cincin Akik Asongan Sabar Tunggu Pembeli di CBS Kota Martapura

Penjual cincin di CBS Martapura Kabupaten Banjar menawarkan yang berhias akik, kecubung dan red borneo. Penjualan merosot 80 persen selama pandemi.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Penjual cincin berhias batu akik dan lainnya di kawasan pusat penjualan batu permata, yaitu Cahaya Bumi Selamat (CBS) Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (5/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, tak hanya menjadi tempat para pedagang batu permata.

Ada juga, warga yang berdagang batu cincin secara asongan. Aktivitasnya mulai pagi sampai sore, di kawasan CBS Martapura ini, taman maupun di dekat parkiran. 

Setiap ada pengunjung, mereka bergegas mendatangi dan menawarkan aneka cincin, antara lain yang berhias batu akik, Kecubung dan red borneo,

Harga jual rata-rata Rp 50 ribu. Harga murah meriah ini menjadi daya tarik pembeli, apalagi bagi yang suka memakainya. 

Namun datang badai pandemi, para pedagang asongan cincin ini terkena imbas yang sangat besar. Penjualan  merosot hingga 80 persen.

Baca juga: Harga PCR Paling Mahal Rp 888 Ribu di Fasilitas Kesehatan Bandara Syamsudin Noor Kalsel

Baca juga: Pedagang Sembako Korban Kebakaran di Pasar Martapura Kabupaten Banjar Kembali Berjualan

Seperti diutarakan Ato, pedagang cincin asongan, penjualan tidak seramai dulu. Meski begitu, dirinya dan rekan-rekan tetap berjualan. 

"Dibandingkan dulu, sebelum corona, penjualan memang jauh. Dulu omset bisa sampai Rp 500 ribu lebih dalam sehari.  Sekarang terjual 1 sampai 3 biji saja sudah syukur. Dihitung persentase, penurunan sekitar 80 persen," ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (5/7/2021). 

Saat ini yang mampu bertahan menjadi pedagang asongan tinggal 15 orang. Sebelumnya ada 30 orang. Dikarenakan sepi pembeli dan penghasilan jauh daripada mencukupi keperluan hidup.

"Saya saja untuk mencukupi keperluan, harus bekerja lain. Sebelum berjualan, saya bertani dulu, siang baru jual batu permata di sekitar CBS Martapura," kata Ari.

Hal sama dikatakan Sarwani, pedagang lainnya. Penurunan itu tak lain karena belum banyaknya pengunjung dari luar pulau. Sebab, seiring pandemi corona, tak banyak orang berpergian seperti menggunakan pesawat. 

pusat perdagangan batu permata cbs martapura
Pusat perdagangan batu permata di Cahaya Bumi Selamat (CBS) Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. (Apunk/BPost)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved