Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Pemprov Kalsel Defisit Anggaran Rp 200 Miliar

Saat ini Pemprov Kalsel mengalami defisit APBD yang terbilang cukup besar yakni Rp 200 miliar.

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat ini Pemprov Kalsel mengalami defisit APBD yang terbilang cukup besar yakni Rp 200 miliar.

 Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar Senin (5/6/2021) defisit ini terjadi lantaran dana transfer yang berkurang serta adanya penyertaan modal dan pembayaran yang dialihkan dari pusat ke daerah.

Pada 2021 ini, Pemprov Kalsel juga harus menyertakan modal ke Jamkrida Kalsel sebesar Rp 12 miliar. Selain itu juga adanya periintah dari pusat jika dana tenaga kesehatan yang menangani Covid 19 juga diserahkan ke daerah.

"Kita harus membayar Rp 90 miliar yang diambil dari dana alokasi khusus yang masuk ke Pemprov Kalsel," ujarnya.

Tak sampai disitu, berdasarkan surat Kemenkeu  gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja juga dibayarkan oleh daerah.

"Pemda harus membayar Rp 53 miliar untuk P3K juga dari DAU," tambahnya.

Selain itu pihaknya juga ahrus menutup silpa yang sebelumnya dianggarkan Rp 100 miliar dan nyatanya Silpa Pemprov Kalsel Rp 45 miliar.

Hal-hal tak terprediksi seperti itu jelasnya membuat Pemprov Kalsel harus mengalami defisit hingga Rp 200 miliar dan harus melakukan refokusing sebanyak Rp 200 miliar. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved