Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Dua Pemuda Jember Tewas Tersetrum Saat Pasang Jaringan Internet di Gambut Kabupaten Banjar

Dua warga Jember rewas tersetrum dari kabel listrik saat pasang jaringan internet di Gambut, Kabupaten Banjar. Jenazah dibawa ke RS TPT dr Soeharsono.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NOOR MASRIDA
Jenazah dua pekerja jasa pemasangan jaringan saat berada di Rumah Sakit TPT di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (6/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dua pekerja asal Jember, Muhammad Asrofi (24) dan Rio Firman Maelani (21) meregang nyawa karena kecelakaan kerja di Jalan Gubernur Soebardjo, Selasa (6/7/2021) siang. 

Keduanya meninggal dunia, pasca tersetrum saat melakukan pemasangan tiang jaringan internet sepanjang 9 meter yang tak sengaja menyentuh kabel listrik di Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kedua korban merupakan pekerja jasa pemasangan tiang jaringan internet di kawasan Lingkar Selatan tidak jauh dari Gardu PLN.

Dua korban dievakuasi rekan-rekannya menggunakan mobil bak terbuka ke RS TPT dr Soeharsono di Jalan Sutoyo S, Kota Banjarmasin. Namun kedua korban dinyatakan telah meninggal.

Kepala polsek gambut, Iptu Mardiyono, melalui Kanitreskrim, Ipda Albert H Manalu, saat berada di rumah sakit,  mengatakan, kedua korban Tewas Tersetrum tersebut merupakan pekerja pemasangan tiang untuk jaringan internet.

Baca juga: Tukang Bangunan Tewas Tersetrum Saat Pasang Kanopi di Kelayan B Banjarmasin

Baca juga: Pemancing Kalsel Tewas, Kesetrum Jaringan Tegangan Tinggi di Desa Baulin Tapin

"Keterangan yang didapat dari rekan korban, entah kenapa saat melakukan pemasangan tiang terkena kabel listrik dan terjadi kontak di badan kedua korban, sekitar pukul 11.00 Wita," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kerja pemasangan tiang internet itu, Budi, mengatakan, kedua korban sedang memasang dan mendirikan tiang internet. Saat mau mendirikan, tiba-tiba terjadi kontak listrik.

"Saya kebetulan tidak di lokasi. Tapi dari keterangan rekan di sana seperti itu. Tidak sampai nempel, tapi sudah kesetrum aliran listrik yang berada di sekitarnya," jelas dia.

Saat itu juga rekan rekan mencoba menelepon untuk minta ambulans datang. Namun karena takut kelamaan menunggu, kedua korban langsung dibawa menggunakan mobil bak terbuka.

"Hanya itu informasi dari rekan rekan. Saya mau mengejar, pasti ga sempat. Jadi, saya langsung ke RS TPT," ujarnya.

Baca juga: Saat Mengelas, Warga Tamban Kabupaten Batola Ini Tersetrum

Baca juga: Pergi Memancing, Warga Desa Astambul Kabupaten Banjar Kesetrum hingga Merenggut Nyawanya

Sementara itu, Joko Fitrianto yang satu profesi dengan kedua korban, mengaku sangat sedih. Karena, keduanya orang baru pertama ikut bekerja.

"Saya beda tim sama korban. Saya orang Malang, korban orang Jember. Saya tahu mereka baru saja bekerja. Saya tidak menyangka. Tahu kejadian ini dari teman yang satu tim dengan kedua korban dan langsung ke RS TPT untuk memastikan," tuturnya

Menurut Joko, kedua korban ini merupakan orang baik. Rencana, kedua jenazah akan dibawa pulang ke Jember, Jawa Timur. "Rencananya, kedua jenazah korban akan dibawa ke Jember," ucapnya. 

Ditambahkan Joko, atas kejadian ini, ia dan rekan-rekan pekerja itu pun akan dipulangkan ke Jawa Timur. 

(Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved