Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Perajin di Banjarbaru Diharapkan Gunakan Purun Tikus karena Lebih Bernilai Tinggi

Dinas Perdagangan Kalsel dorong perajin di Banjarbaru gunakan Purun Tikus nilai ekonomisnya lebih tinggi, tampilan produknya lebih halus, indah, kuat.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Perajin anyaman purun di Kampung Purun, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung Perajin anyaman purun untuk berkarya dan menjual produksinya.

Terbaru, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, langsung dialog dengan para perajin di Kampung Purun di Kota Banjarbaru

"Kami berdialog kepada pemilik galeri tentang kapasitas produksi per minggu, dipasarkan kemana saja dan pembinaan apa yang telah diberikan Pemko Banjarbaru," katanya, Selasa (6/7/2021). 

Untuk pengembangan, Birhasani menyarankan bahan baku Purun Tikus tetap digunakan karena memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. 

Baca juga: Demam Euro 2021, Penjualan Jersey Bola Juga Meningkat

Baca juga: Dicari Penggemar Tanaman Hias, Media Tanam Tanah Pupuk Selalu Laris Manis

"Purun Tikus nilai ekonomisnya lebih baik dari purun biasa karena tampilan produknya lebih halus, lembut, lebih indah, dan kuat," kata Birhasani

Sedangkan untuk pemasaran, perajin Kampung Purun diharapkan mampu memperluas pangsa pasar melalui penjualan secara online.

Juga mengikuti pameran, sambil terus meningkatkan kualitas dengan mengikuti berbagai pelatihan. 

"Ada lima galeri yang memajang berbagai jenis produk Kerajinan Purun yang membina sejumlah Perajin anyaman purun," ucap Birhasani.

Baca juga: Petani Loklahung Kabupaten HSS Kembali Bergairah Menyadap Karet, Harga Jual Membaik

Baca juga: Penjual Cincin Akik Asongan Sabar Tunggu Pembeli di CBS Kota Martapura

Terakhir, Birhasani mengatakan perajin di Kampung Purun berharap Pemerintah Kota Banjarbaru dapat menyelenggarakan pasar mingguan khusus produk kerajinan. 

"Ini sebagai bentuk sarana pemasaran untuk lebih memotivasi perajin dalam pengembangan kreativitas dan membangun ekonomi keluarga," ucap Birhasani.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved