Berita Banjarmasin

BAZNAS Kalsel Optimis Capai Target Kurban

Jelang hari raya Idul Adha Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kalsel meminta kesadaran masyarakat berkurban melalui badan pengumpulan kurban terpercaya termasu

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Press conference BAZNAS Kalsel 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jelang hari raya Idul Adha Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kalsel meminta kesadaran masyarakat berkurban melalui badan pengumpulan kurban terpercaya termasuk BAZNAS Kalsel.

Hingga kini realisasi penerimaan kurban BAZNAS Kalsel masih Rp 85 juta dengan jumlah hewan kurban 5 ekor sapi. Jumlah ini masih jauh dari target penerimaan yakni Rp 673 juta dengan target hewan kurban 26 ekor sapi di 13 kabupaten kota.

Sementara penerimaan di 2020 total Rp 481 juta dengan jumlah hewan kurban 19 ekor sapi dan 5 ekor kambing.

"Kita optimis akan mencapai target, karena masyarakat kita termasuk daerah religius," ujar Kepala bagian pengumpulan BAZNAS Kalsel, Muhammad Adi Ram dalam konfrensi pers BAZNAS Kalsel di Kantor BAZNAS Kalsel, Komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Gedung Islamic Center, Jalan Jenderal Sudirman, Antasan Besar, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: BAZNAS Kalsel Kunjungi MUI Kalsel, Silaturahmi Hingga Sampaikan Program Kerja

Baca juga: Guru Ngaji di Kabupaten Kapuas Kalteng Diberi Bantuan oleh Baznas

Baca juga: Kumpulkan 20 Penerima Zakat, Baznas Kalsel Harapkan Pelaku Usaha Bisa Jadi Pemberi Infak

Baca juga: Hadiri Rakorda Baznas Kalsel, Ketua Baznas RI Sebut Pengumpulan Zakat dari Muzaki Masih Kecil

Terlebih BAZNAS Kalsel jelasnya dalam penanganan kurban mengusung kurban berdayakan desa. BAZNAS Kalsel menyusur desa dan perkampungan untuk membagikan kurban.

Tambah Wakil Ketua Pelaksana Baznas Kalsel, Saddam Nurhidayat konsepnya pihaknya membeli sapi di perternakan yang ada di desa-desa. Tujuannya agar bisa meningkatkan perekonomian keluarga peternakan tersebut. Hal itu dilakukan demi membantu para peternak di desa.

Dalam pelaksanaan kurban nanti, BAZNAS juga melibatkan masyarakat untuk membantu pemotongan hingga pembagian daging kurban pada warga desa.

Jadi penyembelihan itu akan melibatkan masyarakat yang nanti akan berkontribusi terhadap kegiatan tersebut. Penyaluran pun juga akan dilakukan di perkampungan dan pedesaan yang pastinya.

Pemilihan lokasi pembagian hewan kurban di desa-desa jelas Saddam untuk penyaluran hewan kurban tak lain agar masyarakat desa bisa juga bisa melaksanakan kurban. Pasalnya pelaksanaan kurban masih rendah di desa-desa yang sangat jauh berbeda dengan perkotaan.

"Sebagaimana kita ketahui asupan gizi melalui daging itu masih rendah di tempat kita di Indonesia pada umumnya maka kurban pemberdayaan desa ini kita akan memberikan daging masyarakat yang membutuhkan terutama daerah yang jarang menerima kurban seperti desa-desa dan kampung," jelasnya.

Melalui dana sumbangan masyarakat ke BAZNAS Kalsel yang telah dikumpulkan nantinya jelas Saddam akan dibelikan hewan kurban yakni sapi, lalu didistibusikan ke 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel.

"Kita akan melibatkan seluruh Baznas kabupaten/kota. Jadi dari ujung ke ujung kita sebar sapinya ke 13 kabupaten/kota," ujarnya.

Sementara Ketua BAZNAS Kalsel H Irhamsyah Safari mengatakan BAZNAS Kalsel setiap tahun selalu diaudit laporannya. Sejak 2016 BAZNAS Kalsel selalu mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Selain itu juga audit secara syariah dari Kemenag pusat," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna sari).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved