Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Karet di Tingkat Petani Kalsel Stabil, Perkilogram Capai Rp 8.000 

Harga karet basah di tingkat petani (baru panen) dengan kadar K3 40 persen hingga 45 persen diharga Rp 8000 hingga Rp 9000 per kilo. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/EKA PERTIWI
Penyadap karet di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. Petani karet semangat bekerja karena harga karet tengah tinggi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Harga karet basah di tingkat petani (baru panen) dengan kadar K3 40 persen hingga 45 persen diharga Rp 8000 hingga Rp 9000 per kilo. 

Harga ini relatif stabil tinggi jika dibandingkan harga karet sebelumnya saat terpuruk. Ketika itu, perkilogram karet basah sempat di angka Rp 3000.

"Masih stabil nih harganya. Harapan kami harga karet yang stabil ini bisa terjaga seterusnya," kata petani Karet, Kabupaten Banjar, Syamsul Arif, Rabu (7/7/2021) . 

Dia mengaku dalam dua hari bisa menghasilkan 40 kilogram karet. 

Baca juga: Petani Loklahung Kabupaten HSS Kembali Bergairah Menyadap Karet, Harga Jual Membaik

Baca juga: Warga Tapin Bersyukur Harga Karet di Tapin Capai Rp 9.000 per Kilogram

Baca juga: Bupati HSS H Achmad Fikry Serahkan Bantuan Perahu Karet untuk TRD

Ya, Petani karet di Provinsi Kalimantan Selatan tersenyum manis, pasalnya harga terus membaik.

Harga karena bahkan pekan ini kenaikan harga pada K3 100% tembus antara Rp 20.000 -Rp 21.000.

Adapun harga ditingkat petani karet menjadi Rp 8.200 hingga Rp 9.200/kg tergantung Kadar Karet Kering (K3) yang dihasilkan. 

Beragam hal jadi pemicu kenaikan harga karet saat ini. Diantaranya mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong perbaikan sales otomotif, berkurangnya pasokan karet dunia akibat penyakit gugur daun dan serangan penyakit bercak daun (pestalotiopsis), spekulan karet serta pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan (aspal karet). 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak Kalsel, Hj Suparmi mengatakan  Disbunak selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Kalsel terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

Baca juga: Naikkan Kualitas dan Nilai Jual Karet, Tanahlaut Berupaya Perkuat UPPB

"Dengan bergabungnya petani karet ke UPPB Bokar sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat," kata Suparmi. 

Dijelaskan Suparmi, pihaknya selalu berupaya dan mendorong mutu karet petani Kalsel terus meningkat melalui upaya memperkuat Kelembagaan Petani Karet untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), sehingga mutu hasil karet rakyat menjadi bersih dan harga ditingkat petani menjadi meningkat. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved