Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Imbas PPKM Darurat, Agen Perjalanan Banjarmasin Pilih Tak Jual Tiket untuk Wisata

Pelanggan agen perjalanan di Banjarmasin banyak belum divaksin, ditambah biaya tes PCR mahal, membuat pelaku usaha tidak jual tiket untuk berwisata.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SITI BULKIS
Calon penumpang sedang menunggu keberangkatan di ruang tunggu Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (3/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagi perusahaan agen perjalanan atau biro travel tiket di Kalimantan Selatan, penjualan tiket penerbangan menuju pulau Jawa dan Bali adalah yang paling dominan.

Namun sehubungan PPKM Darurat di kedua pulau itu, penjualan tiket melalui biro travel jadi menurun. 

Pemerintah pusat telah menerapkan PPKM Darurat mulai 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Selama itu, semua penumpang pesawat tujuan Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksinasi fan menyertakan hasil test RT-PCR.

Kenyataannya belum banyak yang mendapat kesempatan divaksin. Sedangkan untuk test RT-PCR biayanya Rp 900 ribu, bahkan ada yang Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

Menurut Siti Aisyah, owner Travel Samesa, Kota Banjarmasin,  Rabu (7/7/2021)., mengatakan, aturan penerbangan dari pemerintah pusat itu sempat membuat kaget masyarakat dan pihak travel.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat dari Kalsel ke Surabaya Relatif Murah Sejak PPKM Darurat Diberlakukan

Baca juga: Petani Loklahung Kabupaten HSS Kembali Bergairah Menyadap Karet, Harga Jual Membaik

"Syarat menunjukkan sertifikat vaksin dan test RT-PCR itu untuk Jawa dan Bali. Sedangkan provinsi lain di luar Jawa dan Bali, sesuai Peraturan Gubernur masing-masing. Ada yang syaratnya hanya rapid antigen," jelasnya 

Diakui Aisyah, perusahaannya saat ini tidak bisa jualan tiket maupun tur Perjalanan Wisata. Sebab rata-rata calon pembeli atau klien masih banyak yang tidak bisa memenuhi syarat tersebut. 

"Saat ada customer mau beli tiket penerbangan ke Jawa atau Bali, kami selalu tanyakan dulu kesiapan persyaratan. Bagi yang tidak bisa memenuhi, lebih baik kami tidak lanjutkan penjualan. Sebab kalaupun dijual, kasihan mereka juga, tak bisa terbang. Ujungnya, kami dikomplain untuk pengembalian uang tiket," urainya.

Menurut Aisyah, peraturan itu tidak bersinergi dengan dunia usaha dan tidak kordinasi dengan stakeholder terkait.

Terbukti, hanya beberapa bandara yang siap menyediakan layanan vaksinasi, sementara itu bandara lainnya masih proses. 

Seorang diberi vaksin oleh petugas di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (15/6/2021).
Seorang diberi vaksin oleh petugas di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (15/6/2021). (HUMAS BANDARA INTERNASIONAL SYAMSUDIN NOOR)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved