Breaking News:

Berita Palangkaraya

250 Tenaga Pelacak Disebar Percepat Penanganan Covid-19 di Kalteng

Sebanyak 250 orang tenaga tracer atau pelacak kontak erat dan kontak dekat warga yang terpapar Covid-19 yang telah dilatih oleh Biddokes Polda Kalteng

Penulis: Fathurahman | Editor: Edi Nugroho
Humas Polda Kalteng
Sejumlah personil Bintara Muda Polda Kalteng yang telah mengantongi sertifikat dari Dinkes Kalteng ini akan dilepas sebagai tenaga pelacak (tracer) kontak erat dan kontak dekat pasien Covid-19 di Kalimantan Tengah 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 250 orang tenaga tracer atau pelacak kontak erat dan kontak dekat warga yang terpapar Covid-19 yang telah dilatih oleh Biddokes Polda Kalteng, Kamis (8/7/2021) di lepas ke empat kabupaten dan satu kota untuk melakukan pelacakan warga yang terpapar Covid-19.

Langkah penyebaran ratusan pelacak Covid-19 ini merupakan upaya maksimal yang dilakukan oleh Polda Kalteng dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang terus meningkat di Kalimantan Tengah. Menyebar tracer ini dilakukan setelah melalui rangkaian pelaksanaan vaksinasi dan Operasi Yustisi.

Sebanyak, 250 personil bintara remaja baru Polda Kalteng dilatih untuk dijadikan sebagai tenaga tracer Covid 19. Mereka dilatih selama beberapa hari oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan kini resmi memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai tenaga tracer Covid 19.

Baca juga: Babinsa Kodim 1011/Kualakapuas Ikuti Pelatihan Tracer Covid-19

Baca juga: Bantu Putus Penyebaran Covid-19, Polda Kalsel Gelar Apel Kesiapan Tenaga Tracer dan Vaksinator

Ratusan personil Polda Kalteng ini, diberikan, sertifikat tenaga tracer Covid -19 oleh Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo yang berlangsung di Aula Arya Dharma Mapolda yang dihadiri Kabid Dokkes Polda Kalteng Kombes Pol Danang Pamudji dan sejumlah pejabat utama lainnya.

Kapolda mengatakan, personel yang sudah menjalani pelatihan dan memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagai tenaga tracer Covid- 19 akan ditempatkan di lima daerah yang menjadi super prioritas dalam Pelaksanaan PPKM, diantaranya, Palangkaraya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau dan Sukamara.

"Kami akan melakukan evaluasi perkembangan Covid 19 sampai hari Minggu depan. Jika penyebaran dan trend penyebaran Covid 19 masih tinggi, maka personel ini akan bekerja secara maksimal agar Covid 19 tidak berkembang. Mereka akan bertugas melakukan pelacakan kontak erat dan kontak dekat dengan pasien Covid-19," ujarnya.

Bukan hamya personil muda Polri yang akan dijadikan tracer termasuk,
kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat dan pata relawan lainnya juga akan diajak untuk menjadi tenaga tracer Covid 19." Kami akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng untuk memfasilitasi mereka , terutama yang memiliki kualifikasi dan kompetensi menjadi tenaga tracer," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved