Donald Trump Gugat Facebook

Tak Tahan Dikucilkan dari Medsos, Donald Trump Akhirnya Gugat Facebook, Twitter dan Google

Tak terima dengan "pemblokiran massal" yang diterimanya, Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump menggugat Facebook, Twitter, dan Google. Presi

(AFP/OLIVIER DOULIERY VIA DEUTSCHE WELLE INDONESIA)
Foto ilustrasi akun Twitter Donald Trump.Tak Tahan Dikucilkan dari Medsos, Donald Trump Akhirnya Gugat Facebook, Twitter dan Google 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak terasa sudah hampir 7 bulan Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump dikucilkan dari media sosial. Semua akun medsosnya diblokir.

Kini kesabaran Trump tampaknya mulai habis. Dia pun memutuskan untuk menggugat Facebook, Twitter dan Google ke pengadilan.

Trump mengajukan gugatan di pengadilan federal di Florida pada Rabu (7/7/2021).

Diketahui, akun medsos Donald Trump telah diblokir gara-gara pidatonya yang diduga memicu kericuhan di depan gedung Capitoll Hill pada awal Januari lalu.

Seperti diketahui tak hanya Facebook, tapi Twitter hingga Youtube kompak memblokir akun Trump.

Mantan orang nomor satu di Amerika Serikat itu tidak bisa mengakses akun media sosialnya.

Tak terima dengan "pemblokiran massal" yang diterimanya, Trump kini mengajukan gugatan class action terhadap Facebook, Twitter, dan Google.

Baca juga: Donald Trump Tak Bisa Fesbukan Hingga 2023, Facebook Inc Tangguhkan Akun Sang Mantan Presiden

Baca juga: Donald Trump Semprot Kebijakan Biden, Dipicu Pelonggaran Perbatasan Meksiko

Trump mengajukan gugatan di pengadilan federal di Florida pada Rabu (7/7/2021).

Isinya, ia menuntut ketiga perusahaan teknologi raksasa itu untuk menghentikan pemblokiran, pembungkaman, dan penyensoran terhadap akun media sosial Trump.

"Kami meminta pengadilan distrik AS untuk distrik selatan Florida untuk memerintahkan penghentian segera penyensoran ilegal dan memalukan perusahaan media sosial terhadap rakyat Amerika," kata Trump dilansir dari Kompas.com.

Selain menggugat perusahaan, Trump juga turut menyeret nama masing-masing CEO dari Facebook, Twitter, dan Google dalam gugatan miliknya.

Dalam argumen hukum yang diajukan, Trump berpendapat tiga perusahaan teknologi raksasa dunia itu tidak sesuai konstitusional ketika menghapus Trump dari platform.

Donald Trump melambaikan tangan saat dia menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington, DC, pada 20 Januari 2021.
Donald Trump melambaikan tangan saat dia menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington, DC, pada 20 Januari 2021. (MANDEL NGAN / AFP)

Trump menuntut ganti rugi kepada ketiga platform tersebut dan meminta akunnya dipulihkan.

Untuk diketahui, Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat mengamanatkan bahwa, "Kongres tidak akan membuat hukum yang mengatur negara untuk mensponsori agama, atau yang melarang penyelenggaraan kebebasan beragama; atau membatasi kebebasan berbicara, atau kebebasan pers; atau hak-hak rakyat untuk berkumpul secara damai, dan mengajukan petisi kepada Pemerintah agar menanggapi keluhan".

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved