Breaking News:

Berita Tanahlaut

VIDEO Upaya BNNK Tala dan Pemkab Tala Memberantas Narkoba

Kalangan jurnalis dan media diajak BNNK dan Pemkab Tala untuk bersama-sama memberantas narkoba. Rawan narkoba di Kurau, Bumimakmur, Kintap, Panyipatan

Penulis: Idda Royani | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanah Laut (Tala), bersama pemerintah kabupaten, komitmen bersama-sama memberangus jaringan pengedar narkoba.

Hal itu terungkap pada kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba di aula hotel di kawasan Jalan KH Mansyur, Kota Pelaihari, Kabupaten Tala, Kamis (8/7/2021) .

Kegiatan itu dibuka Kepala BNNK Tala , AKBP Katamsi. Pemateri yang dihadirkan, yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HM Rafiki Effendi, pejabat dari Dinas Kominfo Kabupaten Tala, pegiat LSM antinarkoba, dan dari pejabat dari BNNK Tala.

Peserta kegiatan, yakni kalangan jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Tala. Mereka antusias menyimak paparan pemateri dan berinteraksi secara aktif pada sesi dialog dan sharing.

Diketahui, Katamsi yang baru beberapa pekan bertugas di Kabupaten Tala, menegaskan komitmennya melakukan langkah-langkah cepat untuk memberantas jaringan narkoba. Sekaligus, merehabilitasi para pengguna narkoba. Kerja sama lintas sektor juga akan terus dimantapkan.

Baca juga: VIDEO Irdam VI/Mulawarman Melenggang Lancar Tapaki Jalan Tembus Tala-Banjar

Baca juga: Korupsi Kalsel : Buronan Korupsi Dana Desa di Tala diamankan Kejari HSU, Sembunyi di Kos-kosan

"Termasuk dengan rekan-rekan media, karena peran media sangat penting untuk menyebarluaskan informasi serta sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada publik," ucap Katamsi.

Ia menuturkan, sepekan bertugas di Kabupaten Tala, dirinya langsung melakukan aksi, yakni menangkap satu orang kurir narkoba.

"Memang tak banyak barang bukti berupa sabu yang kami sita, tapi setidaknya itu bentuk keseriusan kami," sebutnya.

Dikatakannya, Presiden telah menetapkan Indonesia dalam status darurat narkoba, sehingga semua pihak mesti aktif membantu pemberantasan narkoba. Apalagi, Kalsel masuk urutan kesembilan dalam jumlah kasus narkoba.

Banyaknya jumlah penduduk negeri ini menjadi daya tarik bagi jaringan pengedar. Apalagi harga narkoba di Indonesia sangat mahal, yakni Rp 1,5 juta per gram. Padahal di Tiongkok cuma Rp 20 ribu dan Iran Rp 50 ribu.

Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba diselenggarakan BNN dan pemerintah daerah di aula hotel di kawasan Jalan KH Mansyur, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/7/2021.
Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba diselenggarakan BNN dan pemerintah daerah di aula hotel di kawasan Jalan KH Mansyur, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (8/7/2021. (BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved