Aktivitas Gunung Merapi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Hari Ini Awan Panas Kembali Meluncur 1,1 km

BPPTKG memantau aktivitas awan panas guguran dari Gunung Merapi hingga 1.100 meter pada hari ini, Jumat (9/7/2021), pukul 04.55 WIB.

Dok BPPTKG
Visual Gunung Merapi Selasa (20/4/2021) pukul 04.52. Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Hari Ini Awan Panas Kembali Meluncur 1,1 km 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Gunung Merapi yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan aktivitas vulkanik, Jumat (9/7/2021).

Hari ini guguran awan panas pun kembali tampak dari Merapi.

Akibat aktivitas ini, masyarakat di wilayah berbahaya diminta tidak melakukan aktivitas dulu.

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 1,1 km: Masyarakat Diminta Tak Beraktivitas di Area Bahaya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran berlangsung selama 83 detik.

BPPTKG memantau aktivitas awan panas guguran hingga 1.100 meter pada hari ini, Jumat (9/7/2021), pukul 04.55 WIB.

Arah material vulkanik ini mengarah ke barat daya.

Baca juga: Viral Foto Meteor Jatuh di Gunung Merapi, Juga Pernah Jatuh di Lampung, Bali dan Tapanuli Tengah

Baca juga: Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Beruntun

Pada hari sebelumnya (8/7/2021), hal yang sama terjadi pada pukul 18.54 WIB dengan durasi 85 detik.

Saat itu arah awan panas guguran mengarah ke tenggarah dengan jarak luncur terjauh 1.100 meter.

Gunung Merapi yang terus menunjukkan aktivitasnya berada pada tingkat Siaga atau level 3 sejak 5 November 2020.

BPPTKG masih menetapkan potensi bahaya sektoral terkait ancaman erupsi Gunung Merapi.

Rekomendasi BPPTKG yaitu potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara – barat daya sejauh 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih.

Visual Gunung Merapi Selasa (20/4/2021) pukul 04.52
Visual Gunung Merapi Selasa (20/4/2021) pukul 04.52 (Dok BPPTKG)

Tingkat aktivitas Siaga atau level 3 menjelaskan bahwa aktivitas terus mengalami peningkatan yang semakin nyata atau terjadi erupsi, serta ancaman bahaya erupsi dapat meluas dan belum mengancam pemukiman penduduk.

Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.

Terkait dengan potensi bahaya tersebut, BPPTKG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved