Proses Panen Rotan Petani Batola
Begini Cara Jual Beli Batang Rotan, Ada Kesepakatan Harga Pembeli Lebih Awal
Diungkapkan Ipin (60), sebelum memanen batang rotan biasanya harus menentukan ada tidaknya pembeli
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Untuk dapat menghasilkan batang rotan yang bisa dijual ke tengkulak, perlu waktu dan proses yang lama.
Batang rotan biasanya dipanen kira-kira tiga hingga empat tahun sekali.
Karena hanya dibiarkan tumbuh liar dan batang rotan yang tua dan kuat saja yang bisa dipanen untuk dijual.
Diungkapkan Ipin (60), sebelum memanen batang rotan biasanya harus menentukan ada tidaknya pembeli.
Baca juga: Bagi Petani Rotan di Batola, Hal Tersulit Saat Proses Panen Harus Menghadapi ini
Harga pun sudah ditentukan, karena jika tidak ada kesepakatan terlebih dahulu, bisa jadi hasil panen yang didapat bisa sia-sia.
Karena tidak ada pembeli yang berminat.
"Kita harus tentukan pembeli dan harga di awal. Agar tidak bingung kemana menjualnya," imbuhnya.
Seusai panen, sesuai kesepakatan biasanya tengkulak datang untuk menimbang sekaligus mengangkut rotan yang sudah siap dijadikan bahan kerajinan tangan.
Baca juga: Alat yang Digunakan Petani di Batola untuk Panen Rotan ini Jangan Dianggap Remeh
Ditambahkan Ipin, Kisaran harga batang rotan di pemanen biasanya 200 ribu rupiah per satu kwintal.
Dari sekali panen dengan hasil 2 hingga 3 ton, ia bisa meraup hasil sekitar 4 hingga 5 juta rupiah dalam kurung waktu panen sekitar 20 hingga 25 hari.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/proses-pengangkutan-batang-rotan-ke-sungai-untuk-direndam.jpg)