Breaking News:

Kampusiana

Turut Kritisi Presiden Jokowi, BEM ULM Sebut Ucapan Presiden Tak Sejalan Dengan Kebijakannya

BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut menyuarakan kritisi terhadap Presiden Joko Widodo. 

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Instagram bemulm
BEM ULM turut menyuarakan kritisi terhadap Presiden Joko Widodo melalui unggahan akun instagram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seperti sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan tinggi lainnya, BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) turut menyuarakan kritisi terhadap Presiden Joko Widodo. 

Kritisi disampaikan dalam bentuk unggahan akun Instagram @bemulm berisikan sejumlah tulisan dan tangkapan layar berita-berita media daring. 

Melalui postingan tersebut, BEM ULM membandingkan antara sejumlah pernyataan-pernyataan Presiden yang terekam melalui berita-berita media dengan kebijakan yang ternyata dipilih dan diterapkan. 

Ketua BEM ULM, Ahmad Rinaldi dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id Jumat (9/7/2021) mengatakan, kritisi tersebut memang sejalan dengan langkah yang dilakukan BEM perguruan tinggi lainnya. 

Baca juga: Instruksi Presiden Jokowi Belajar 2 Kali Dalam Sepekan, Disdikbud Tanbu Masih Tunggu Petunjuk

Baca juga: Presiden Jokowi Promosikan Komik Jelajah Indonesia Maju, Angkat Wisata dan Kemajuan Indonesia

"Sikap BEM ULM sama seperti BEM lainnya. Kami menjaga pergerakan dan tidak mau kemarin yang disuarakan BEM UI hilang begitu saja. Jadi BEM ULM juga memposting dan menyuarakan itu," kata Rinaldi. 

Tak cuma ikut-ikutan, Rinaldi menekankan bahwa memperhatikan beberapa tahun belakangan Pemerintahan Presiden Joko Widodo, memang dinilainya ada ketidaksesuaian antara apa yang diucapkan dengan kebijakan yang ternyata diambil oleh Presiden. 

"Seperti kaya cuitan Pak Jokowi di Twitter tahun 2017 kalau saya tidak salah soal penguatan KPK, kan itu bertolak belakang sekali dengan yang terjadi sekarang. Ada juga soal beban hutang negara, juga bertolak belakang dengan kebijakan yang diambil sekarang," kata Rinaldi. 

"Karena itu kami sebut Lain di Mulut, Lain di Hati Jokowi," lanjutnya. 

Ia juga mengatakan, tidak ada keinginan atau maksud untuk membuat ujaran kebencian maupun menyerang pribadi Joko Widodo, namun langkah itu kata dia murni sebagai bentuk kritisi atas ketidaksesuaian antara ucapan dan kebijakan yang diambil oleh Presiden. 

Baca juga: Firli Bahuri Siap Ikuti Arahan Presiden Jokowi Soal Polemik Hasil TWK 75 Pegawai KPK

Rinaldi berharap, gerakan kritisi tersebut bisa menjadi introspeksi dan refleksi diri bagi Presiden Joko Widodo. 

"Harapan semua pasti sama, ingin apa yang disampaikan terkerjakan, jangan disampaikan di mulut saja," kata Rinaldi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved