Breaking News:

Berita HSU

VIDEO Cermin Rotan Paling Laris Dijual di Pasar Amuntai Kabupaten HSU

Pusat penjualan kerajinan di Kelurahan Murung Sari, Kota Amuntai, Kabupaten HSU. Paling laris cermin rotan Rp 80 ribu hingga Rp 200 ribu sesuai ukuran

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kerajinan dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, sudah dikenal hingga ke luar daerah.

Terdapat banyak perajin yang menggunakan bahan baku Purun, Rotan dan Eceng Gondok. Hasilnya bukan hanya dijual di Kabupaten HSU, melainkan juga keluar daerah.

Pusat penjualan Barang Kerajinan yang paling terkenal adalah di Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kota Amuntai, Kabupaten HSU.

Pasar yang buka sejak subuh hingga sekitar pukul 10.00 Wita ini, adanya setiap hari Kamis. Lokasinya tak jauh dari Taman Putri Junjung Buih.

Baca juga: Pedagang Sepeda Motor di Amuntai Banyak dari Luar Kabupaten HSU

Baca juga: Jalan Nasional Tabalong-HSU Alami Kerusakan, Bupati Anang Sebut Pemerintah Tak Tinggal Diam

Penuturan Inah, salah satu pedagang, dirinya mengambil barang dari perajin di Desa Sungai Limas.

"Hasil kerajinan yang paling laris adalah cermin dengan hiasan dari rotan. Kadang terjual lebih dari 20 buah. Dijual dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 200 ribu, sesuai ukuran dan hiasannya," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (8/7/2021).

Dia juga berjualan di Kota Barabai Kabupaten HST (Hulu Sungai Tengah). Kerajinan yang dijual, tetap dari hasikl karya para perajin di Kabupaten HSU.

Selain menjual kerajinan cermin, juga ada hiasan ruangan berbentuk guci tinggi namun dari rotan dan vas bunga segala ukuran.

Baca juga: Siring Dibangun Dekat Jembatan Paliwara Kabupaten HSU, Warga Berharap Tak Terjadi Longsor

Baca juga: Narkoba Kalsel, Simpan Sabu, Warga Tabalong Dicocok Polres HSU

Tak kalah laris adalah tikar dari eceng gondok dengan bentuk bulat. Semakin lebar, harganya juga semakin mahal.

Selain itu, hasil kerajinan yang ada sejak puluhan tahun lalu juga tetap ada, yaitu tikar dan topi purun.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved