Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Jumlah Tamu Merosot 50 Persen, BPD PHRI Kalsel Khawatir Industri Perhotelan Tutup

Penerapan PPKM Darurat di Jawa dan Bali berdampak pada pembatasan kunjungan tamu hotel, sehingga PHRI Kalsel khawatir bisnis perhotelan makin merugi.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Salah satu kamar din Swiss-Belhotel Borneo, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya PPKM di beberapa daerah di Indonesia membuat sejumlah hotel di Kalimantan Selatan mengalami penurunan jumlah tamu terutama yang dari luar. Bahkan penurunannya hingga 50 persen. 

Executive Secretary & Marcom Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, Dessy Nathalia Hawinie, Sabtu (10/7/2021), mengatakan, tak hanya kehilangan tamu perorangan tapi juga tamu rombongan atau grup. Tak pelak, potensi pendapatan pun lenyap. 

"Ya, beberapa grup atau tamu rombongan dari luar Kalimantan yang rencananya akan datang bermalam, akhirnya tak jadi datang karena ada PPKM Darurat di Jawa dan Bali," ungkapnya. 

Selain kehilangan Tamu Hotel dari Pulau Jawa, lanjut Desi, langganan tamu dari Provinsi Kalimantan Tengah juga sangat banyak berkurang karena ada pemberlakuan PPKM mikro di wilayah setempat.

Baca juga: Gaet Pengunjung, Mitra10 Gelar Diskon Besar-besaran, Kloset Rp 1,3 juta dijual jadi Rp 777 Ribu

Baca juga: Mei 2021, Penumpang Pesawat di Kalsel Turun 13,46 Persen

"Tamu yang datang cuma dari Banjarmasin dan sekitar saja," ujarnya, seraya mengatakan, sangat dirasakan penurunan sekitar hampir 50 persen.

Sebagai pihak perhotelan harapannya masyarakat lebih patuh prokes, agar Covid-19 bisa dikendalikan dan PPKM Darurat atau PPKM mikro tidak berkepanjangan dan perekonomian bisa kembali pulih. Tentunya, tingkat hunian dan bisnis hotel bisa kembali juga. 

Sementara itu, Sekretaris BPD PHRI Kalsel, Nurul Fahmi SM, mengatakan, adanya PPKM Darurat di beberapa daerah di Indonesia memang berimbas pada bisnis hotel. 

"Sejak awal Juli 2021 sampai sekarang turun rata-rata 20 persen. Jika melebihi batas yang ditentukan, hotel akan mengalami kerugian karena tamu-tamu yang diharapkan datang ternyata tidak ada," ujarnya. 

Baca juga: Petani di Cempaka Banjarbaru Kalsel Bersyukur Harga Melon Tak Anjlok

Baca juga: Banyak Dicari Pebisnis Online, Penjualan Produk Skincare Meningkat Mendekati Idul Adha 2021

Agar dunia usaha bisa tetap bertahan, sebagai PHRI mengimbau semua anggota untk memperkerat pengeluaran, baik yang fixed cost maupun variable cost agar bisa bertahan bisnisnya dan tentunya tetap mempertahankan pelayanan yang baik kepada tamu. 

"Saran kepada pemerintah agar fokuskan dulu permasalahan satu per satu. Misalnya fokus ke penanggulangan Covid-19. Jangan bareng-bareng dengan ekonomi. Akibatnya, satu tidak kelar, satunya juga tidak bisa maju. Kami juga khawatir Jika terus dilanjutkan PPKM Darurat, maka semua industri hotel akan tutup yang berakibat PHK besar-besaran terjadi," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved