Breaking News:

Tajuk

Sekolah vs di Rumah

Menjadi sesuatu yang menggembirakan karena beban orangtua selama pandemi corona sedikit berkurang jika anak kembali masuk sekolah

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - MULAI Senin (12/7) sekolah tingkat dasar baik SD maupun madrasah ibtidaiyah (MI) di Kota Banjarmasin menggelar pembelajaran tatap muka. Seperti diketahui, lebih satu tahun siswa SD dan setingkatnya tidak melakukan hal itu karena pandemi Covid-19. Di satu sisi, hal ini menggembirakan bagi orangtua. Namun, disisi lain juga bikin harap-harap cemas.

Menjadi sesuatu yang menggembirakan karena beban orangtua selama pandemi corona sedikit berkurang jika anak kembali masuk sekolah. Selama ini mau tidak mau orangtua harus jadi pendamping anak belajar di rumah dan sekolah via daring ditengah kesibukan dalam rumah tangga atau bekerja.

Di sisi lain, belajar dengan metode pertemuan atau tatap muka juga tidak 100 persen bikin orangtua tenang. Walaupun Kota Banjarmasin tidak seperti kota-kota lain di Pulau Jawa yang mencatatkan angka positif Covid-19 yang tinggi dan terus cenderung meningkat, tapi tetap saja, pandemi Corona tidak bisa dianggap enteng. Belum ada satu wilayah pun di Indonesia yang benar-benar bebas dari Covid-19, termasuk di Kota Banjarmasin.

Pembelajaran daring juga tidak standar diterapkan. Ada sekolah yang menerapkan zoom meeting tiap hari dengan para siswa. Di sekolah lain, guru hanya memberi soal melalui grup WhatsApp atau Google Classroom. Ada pula sekolah yang rutin mengecek progres siswanya tiap sepekan atau dua pekan sekali. Sejumlah metode lain juga diterapkan saat pandemi ini.

Memang, tidak ada yang benar-benar siap menghadapi pandemi corona ini, hampir semua sektor gelagapan mencari cara terbaik untuk beradaptasi, termasuk soal bagaimana mengelola pendidikan bagi anak.

Tapi, intinya adalah mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus diakui pandemi covid-19 belum ada tanda menyurut. Meskipun program vaksinasi sudah mulai dilaksanakan, tapi sebagian dari masyarakat masih belum betul-betul menerapkan standar protokol kesehatan, bahkan cenderung longgar.

Jika kondisi demikian masih terus berlangsung, maka yang terburuk adalah angka positif Covid-19 di Banjarmasin maupun Kalsel juga bakal bertambah. Tentu semua warga Banua tak ingin ada ledakan kasus Covid-19 seperti di Pulau Jawa dan Bali. Anak-anak akan kembali belajar daring. Orangtua lagi-lagi dipusingkan dengan hal itu. Kementerian Pendidikan harus memikirkan metode yang lebih baik. Siapkan dari sekarang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved