Breaking News:

Berita Olahraga

VIDEO KONI Akan Lakukan Swab Rutin ke Atlet dan Pelatih Yang Akan Berlaga ke PON Papua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan tak mau atletnya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua nanti ter

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Edi Nugroho

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan tak mau atletnya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua nanti terpapar Covid 19.

Selain mengingatkan para atlet untuk tetap mengikuti protokel kesehatan (Prokes) dan melakukan vaksin Covid 19 , mereka juga melakukan swab antigen kepada atlet dan pelatih pada, Sabtu (10/7/2021 ).

Tak hanya para atlet, swab antigen juga dilakukan kepada para pelatih para atlet . Kegiatan ini berlangsung di halaman KONI Kalsel di lingkungan GOR Hasanuddin HM Banjarmasin di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin.

Terlihat para atlet menembak, tenis lapangan , angkat besi dan lain-lain serta para pelatih mengikuti swab antigen yang dilakukan oleh petugas medis.

Baca juga: Hadiri Talk Show Menuju PON Papua 2021, H Sukamta : Peran Semua Pihak Penting Agar Olahraga Maju

Baca juga: VIDEO Bonus Menanti Para Atlet Kalsel Yang Meraih Medali Pada PON Papua

Baca juga: Raih Medali, Bonus Menanti Para Atlet Kalsel di PON Papua

Baca juga: Jadi Satu-satunya Atlet Angkat Besi Kalsel di PON Papua, Riska Berlatih Keras Setiap Hari

Satu petembak Kalsel, Aulia Noor Maulida yang ikut kegiatan swab antigen ini bersykur hasilnya baik-baik saja.

"Untuk kami di lapanghan tembak latihan setiap satu jam disemprot disinfektan, walaupun latihan tetap dijaga kebersihan dan prokes biar sama-sama saling terjaga," paparnya.

Ketua KONI Kalsel H Bambang Heri Purnama mengatakan hari pihaknya melaksanakan swab antigen, mengantisipasi duluan untuk para atlet dan pelatih menghadapi hadapi PON XX 2021 Papua.

"Dimana kemarin kita juga sudah mengadakan swab terdahulu seperti gulat, waktu swab pertama ada reaktif 8 orang tapi setelah di adakan PCR semua negatif," paparnya pihaknya tak mau ada kebobolan lagi.

Dan sepeti dayung baru adakan swab antigen dan satu orang reaktif dan kkita akan lanjutkan ke PCR.

Pihaknya tak mau ada tim PON Kalsel ada kebobolan, dimana kedepannya swan akan rutin dilakukan. Dan jika keadaan gawat mungkin bisa dua minggu sekali.
"Jika keadaan normal 1 bulan sekali," ucapnya.

Karena ini merupakan persyaratan dimana pihaknya tak mau mau di antara atlet Kalsel ada positif atau reaktif. Karena hal itu sayang pasalnya membina atlet sudah cukup lama sejak 2017 lalu.

Apabila nanti jika yang bersangkutan atlet andalan kita kalsel maka pihaknya lebih dini lakukan antisifasi.
" Kalau ada kita atasi. .Kalau ada reaktif langsung kita tangani, kita ada tim kesehatan, jika ada reaktif langsung kita PCR, jika positif maka akan kita rawat ,imbuhnya.(Banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved