Wabah Corona di Kalsel

Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM Soroti Rencana PTM di Banjarmasin

terjadinya lonjakan kasus di Kota Banjarmasin, kegiatan apapun yang menghimpun manusia dalam satu tempat sangat rawan terjadinya penularan Covid-19.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Hidayatullah Muttaqin Untuk Bpost
Data peningkatan kasus positif Covid-19 pada balita dan anak sekolah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keputusan Pemko Banjarmasin untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi satuan pendidikan di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mendapatkan sorotan dari Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Anggota Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM, Hidayatullah Muttaqin mengatakan, seiring dengan terjadinya lonjakan kasus di Kota Banjarmasin, maka kegiatan apapun yang menghimpun manusia dalam satu tempat sangat rawan dengan terjadinya penularan Covid-19.

Apalagi kata dia, tidak hanya menghadapi perilaku masyarakat yang masih abai terhadap prokes, tetapi juga kemungkinan sudah masuk dan menyebarnya varian Delta yang sangat berbahaya juga menjadi risiko tambahan.

"Karena itu rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk tetap membuka Pembelajaran Tatap Muka atau PTM pada 12 Juli dalam situasi seperti ini membahayakan anak dan orang tuanya," kata Muttaqin kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: PTM, Sekolah Tunggu Surat Rekomendari dari Satgas Covid-19 HSU

Baca juga: Sudah Uji Coba di 500 Sekolah, Disdik Banjar Siap Laksanakan PTM Saat Tahun Ajaran Baru

Pembukaan PTM pada saat tingkat penularan naik dua kali lipat kata dia dapat memperparah keadaan meskipun ada pembatasan dari sisi jumlah murid per rombongan belajar (rombel) maupun pembatasan durasi waktu di dalam kelas diberlakukan.

Muttaqin membeberkan, data dari Kementerian Kesehatan, rasio hasil positif dari hasil pemeriksaan per minggu di Banjarmasin pada Tanggal 10 Juli mencapai 30 persen.

Artinya, dari setiap 10 orang yang diambil sampelnya sebanyak 3 di antaranya positif Covid-19.

Angka rasio hasil positif dari total pemeriksaan ini menurutnya dua kali lipat lebih tinggi dibanding keadaan pada Tanggal 20 Juni lalu yang berada di level 14 persen.

Jika mengacu pada kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization), tingkat penularan ini juga jauh di atas standar maksimal yaitu maksimal 5 persen.

Muttaqin juga mengemukakan, tingginya tingkat penularan Covid-19 di Kota Banjarmasin juga digambarkan oleh laju kasus konfirmasi positif.

Dimana pada periode Tanggal 21-30 Juni, jumlah penduduk yang dinyatakan positif Covid-19 bertambah sebanyak 64 kasus.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, UDD PMI PMI: Pendonor Plasma Konvalesen Sangat Dibutuhkan Segera

Kemudian dalam tentang Tanggal 1-10 Juli, jumlah kasus baru meningkat 3,8 kali lipat menjadi 241 orang dan juga kasus kematian baru karena Covid-19 meningkat dari 4 menjadi 6 orang.

"Situasi ini menunjukkan laju penularan Covid-19 di Banjarmasin tumbuh secara eksponensial," tuturnya.

Sementara itu terjadi tren pertambahan kasus baru yang lebih besar pada kelompok usia anak sekolah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved