Breaking News:

PTM Terbatas di Kalsel

PTM Terbatas di Banjarmasin, Dua Siswa SMPN 2 Tak Masuk karena Tinggal di Zona Oranye

PTM Terbatas di Banjarmasin. Lingkungan tempat tinggal zona oranye membuat 2 siswa tak bisa mengikuti tatap muka di sekolahnya, SMPN 2 Banjarmasin.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
PTM Terbatas di Banjarmasin. Suasana hari pertama siswa baru SMPN 2 Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, saat mengikuti pembekalan pengenalan lingkungan sekolah, Senin (12/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PTM Terbatas di Banjarmasin. Dinas Pendidikan (Disdik) memberikan izin pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, khususnya Zona Hijau dan Zona Kuning penyebaran Covid-19.

Sehingga, Disdik Kota Banjarmasin tidak memberikan izin sekolah maupun siswa, untuk melaksanakan PTM yang berada di wilayah Zona Oranye dan merah.

Seperti terpantau di SMPN 2 Banjarmasin, Senin (12/7/2021), memulangkan dua siswa karena berdomisili di Zona Oranye, yakni Kelurahan Surgi Mufti dan Tanjung Pagar.

Dijelaskan Kepala SMPN 2 Banjarmasin, Satoli, hal tersebut pihaknya lakukan hanya karena mematuhi surat edaran Disdik Banjarmasin.

Baca juga: PTM Terbatas di Banjarmasin, SMPN 8 Tunda Tatap Muka karena Berada di Zona Oranye

Baca juga: PJ Gubernur Kalsel Minta PTM Terbatas di Banjarmasin Dievaluasi Lagi

"Sesuai dengan edaran, siswa dari kelurahan yang oranye belajar dirumah dulu sehingga tidak perlu ke sekolah," katanya.

Untuk itu, pihak sekolah pun memberikan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada dua orang siswa tersebut.

Diketahui, pada hari pertama masuk sekolah siswa mendalatkan pembekalan materi pengenalan lingkungan sekolah.

"Siswa tidak perlu khawatir, semua materi pengenalan lingkungan sekolah akan dikirim ke rumah mereka masing-masinh," ujarnya. 

Baca juga: PTM Terbatas di Banjarmasin, Tak Ingin Buru-buru, SMPN 6 Baru Mulai Pekan Depan

Baca juga: PTM Terbatas di Banjarmasin, SDN Sungai Jingah 1 Pulangkan Seorang Siswa Baru

Waktu pengenalan lingkungan sekolah dibagi menjadi dua sesi, pertama mulai dari pukul 07.30 sampai 09.30 Wita. Kemudian sesi ke dua dimulai dari pukul 10.00 sampai 11.30 Wita.

"Pelaksanaannya bergantian karena kelas 7 ada delapan kelas, jadi dibagi dua, sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved