Breaking News:

Berita Tapin

VIDEO Layanan Klinik Kesehatan di Rutan Kelas IIB Rantau Kalsel

Klinik kesehatan di Rutan Rantau, Kabupaten Tapin, Kalsel, rata-rata layani 30 warga binaan dalam sehari. Kerja sama dengan RSCUD Datu Sanggul.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Rantau di kota rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki klinik untuk melayani kesehatan warga binaannya.

Kepala Rutan Rantau, Andi Hasyim, mengatakan, klinik tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

"Proses adanya klinik ini dimulai dari permohonan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tapin. Kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin," ungkapnya, Senin (12/7/2021)

Izin operasional sudah terbit, setelah dilakukan survei. Dan sampai hari ini, memang masih perlu masukan,  khususnya untuk kelengkapan Klinik.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Tapin Siapkan Tambahan Ruang Perawatan Covid-19 dan Tabung Okisgen

Baca juga: Mencegah Lonjakan Sebaran Covid-19, ini Daya Tampung Rumah Sakit Datu Sanggul Tapin

Dengan terbitnya izin operasional, maka Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Rantau secara resmi memiliki legalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk WBP.

"Kami juga tetap melakukan koordinasi dengan RSUD Datu Sanggul untuk mendukung dan melaksanakan program pelayanan kesehatan oleh pemerintah," jelasnya.

Klinik sudah dokter yang bertanggung jawab, dr Hana Rizka Ananda, MMR. Diharapkan, semakin meningkatkan derajat kesehatan WBP.

Ia mengapresiasi Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu karena seluruh proses, hingga terbitnya izin operasional ini tidak dipungut biaya.

Baca juga: Mencegah Lonjakan Sebaran Covid-19, ini Data Tempat Isolasi di Kabupaten Tapin

Baca juga: Mencegah Lonjakan Sebaran Covid-19 Kabupaten Tapin, Satgas Bentuk Posko PPKM Mikro

Sementara itu, Hana Rizka Ananda, mengatakan, selama jadi dokter di rutan ini, mayoritas yang diperiksa adalah penyakit gatal.

"Karena mungkin tinggalnya bersama dan penularannya cepat, maka mayoritas penyakit yang diderita adalah penyakit gatal-gatal," jelasnya.

Pasien yang dilayani, sehari kurang lebih 30 orang. Tergantung situasi, kadang bisa lebih dari 30, kadang juga kurang.

"Bila ada pasien yang perlu perawatan intensif, kami sudah bekerja sama dengan RSUD Datu Sanggul," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved