Breaking News:

Wabah Corona di Kalteng

VIDEO Petugas Kewalahan, Warga Berjejal Ingin Divaksinasi Covid-19 di SMKN-1 Palangkaraya

Panitia hanya menyediakan vaksin untuk 750 orang dengan, namun warga yang datang mencapai ribuan orang sehingga banyak yang tidak kebagian.

Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -Antusias Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Gedung Pertemuan SMKN-3 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sangat tinggi.

Vaksinasi massal yang digelar oleh Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit TNI AD di Palangkaraya, mendukung perintah Presiden Joko Widodo.

Panitia hanya menyediakan vaksin untuk program tersebut untuk 750 orang dengan perincian sebanyak 500 vaksin untuk tahap pertama dan 250 vaksin untuk tahap kedua,

Namun warga yang datang mencapai ribuan orang sehingga banyak yang tidak kebagian, bahkan untuk mendapatkan nomor antrean pun berjejal.

Baca juga: VIDEO Tahun Ajaran Baru, Batola Resmi Gelar PTM Terbatas

Baca juga: VIDEO Penyelundupan Rotan Kalteng ke Luar Negeri Sangat Potensial

Lebih parah lagi, warga rela menunggu sejak subuh sekitar pukul 3 dinihari, padahal pelaksanaan vaksin dimulai sekitar pukul 07.00 Wib.

"Kami menunggu sejak subuh untuk dapat nomor antrean, namun pelaksanaan vaksinasi pada pukul 10.00 pagi jadi setelah dapat nomor atrean saya pulang dulu ke rumah," ujar Heri salah satu warga yang ikut vaksinasi Massal.

Meski begitu banyak juga warga yang datang ke lokasi tersebut, agak siang terpaksa balik ke rumah, karena jatah vaksinasi yang tersedia pada hari tersebut sudah habis, mereka pulang dengan rasa kecewa.

"Terpaksa saya pulang karena vaksinnya habis," ujar Henis salah satu warga yang tak kebagian vaksin.

Baca juga: VIDEO Polder Alabio Kabupaten HSU Sedot Air Negara untuk Airi Lahan Pertanian

Sementara itu, Wakil Kepala Rumah Sakit TNI AD di Palangkaraya, Nuryanto, saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut, mengakui saking banyaknya warga yang datang untuk minta divaksin pihaknya sempat kewalahan mengatur warga.

"Jatah vaksin hanya 750 yang datang cukup banyak, kedepan kami akan memperbaiki pengaturan atau pelayanannya," ujarnya.

Dia menjelaskan, masing-masing instansi seperti peskesmas maupun instansi lainnya sudah ada tempat pendaftaran lewat website atau secara online.

Tetapi lebih banyak yang datang langsung ke lokasi.

banjarmasinpost.co.id/ faturahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved