Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Menyusur Sungai Simpang Jelai di Banjarmasin Demi Mendapat Pendidikan

Guru dan puluhan murid harus naik kelotok atua jukung untuk menyusuri Sungai Simpang Jelai menuju SDN Basirih 10 di pelosok Kota Banjarmasin, Kalsel.

Penulis: Aya Sugianto | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menuju Kota Metropolitan, ternyata masih ada wilayah pinggiran kota yang warganya menjadi perhatian serius, yaitu masalah pendidikan.

Seperti pada warga yang berada di pinggiran Sungai Simpang Jelai, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjar Selatan, Kota Banjarmasin

Wilayah perbatasan antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, ini sebagian anak-anak harus berjuang dengan tenaga dan peluh untuk menuju sekolah.

Setelah lama hanya belajar lewat daring, bagi anak-anak yang punya gadget di wilayah tersebut, Selasa (13/7/2021), mengawali belajar tatap muka langsung di sekolah.

Tetapi untuk sampai menuju sekolah, mereka harus menyusur Sungai Simpang Jelai dengan Kelotok. Bahkan ada sebagian anak jalan kaki melewati persawahan, dampak sejak lama akses jalan tak kunjung terealisasi.

Baca juga: VIDEO Personel Satpolair Polresta Banjarmasin Lakukan Pemeriksaan Penumpang Feri

Baca juga: Polda Kalsel Manfaatkan Sekretariat PBSI Jadi Tempat Karantina Anggota

Sarana Kelotok satu-satunya yang digunakan para para guru dan murid, walau sarat muatan, digunakan untuk menyusuri Sungai Simpang Jelai menuju SDN Basirih 10 yang jaraknya lumayan jauh.

Saat panas, mereka bermandi peluh. Saat hujan, mereka kebasahan.

Sedangkan sebagian murid yang tidak naik Kelotok, terpaksa menggunakan jukung atau perahu kecil. Mendayung hingga sampai ke sekolah.

Kadang, ada yang harus bersama dengan orangtua yang mengantar ke sekolah, sambil mengawasi anak-anak agar tidak ada kehawatiran.

Penuturan Plt Kepala SDN Basirih 10 Banjarmasin, Hj Ernawati, hari ini para murid diajak gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan sosialisasi dulu, baru setelahnya melaksanakan PTM terbatas.

Baca juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021, Pelamar di Banjarmasin Mencapai 1.490 Orang

Baca juga: Pendaftaran CPNS dan PPPK di Pemprov Kalsel, Pelamar PPPK Guru Masih Mendominasi 

Dia juga mengungkapkan, pihaknya sangat memberikan toleransi terhadap pemakaian atribut seragam para siswa.

"Sebab, anak-anak didik kami ini, selain berasal keluarga kurang mampu, juga harus melalui medan yang cukup sulit untuk sampai ke sekolah. Ada yang pakai sandal karena naik perahu jadi sering basah. Kasihan juga," jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua RT 22 Simpang Jelai, Muhidin, sudah lama anak-anak harus naik kelotok atau jukung menuju sekolah.

"Kareka, akses jalan darat hingga sekarang masih wacana saja "ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved