Breaking News:

Tajuk

Mengkritisi PTM

Dari data-data yang ada, terlihat kasus penularan virus corona masih mengancam, bahkan ada kecenderungan meningkat lagi

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - KALIMANTAN Selatan (Kalsel) memang tidak termasuk dalam wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Tetapi apakah karena itu kita lantas boleh bertenang hati dan melakukan aktivitas yang berpotensi melanggar protokol kesehatan (prokes) meski tidak disengaja dan kecil pelanggarannya? Tentu saja tidak.

Dalam kondisi ini pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa daerah, kecuali Banjarbaru yang kembali ditunda, tampaknya perlu dikritisi. Dari data-data yang ada, terlihat kasus penularan virus corona masih mengancam, bahkan ada kecenderungan meningkat lagi.

Tak heran seperti berita utama koran ini kemarin, Pj Gubernur Kalsel Sjafrizal meminta Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina membatalkan PTM yang sudah dimulai sejak Senin (12/7).

Sjafrizal mendasarkan permintaannya itu pada kondisi daerah yang tentunya tidak bisa terlepas dari situasi nasional yang angka penularan covid-19 kembali melonjak.

Sebenarnya efektifkah PTM terbatas yang diberlakukan di beberapa daerah, terutama Banjarmasin? Setiap murid atau siswa memang diwajibkan mengenakan masker, bahkan ada sekolah yang menyediakan face shield. Begitu tiba di sekolah mereka diwajibkan mencuci tangan pakai sabun yang sudah disediakan.

Sampai di sini aman saja. Namun, pembelajaran yang mereka ikuti cuma maksimal 3 jam untuk beberapa mata pelajaran, efektifkah waktu sesingkat itu untuk membuat anak didik paham terhadap materi pelajaran yang diberikan?

Karena waktu pembelajaran singkat, orangtua murid SD (sekolah dasar) pun menunggui anaknya di luar pagar sekolah. Adakah jaminan tidak terjadi pelanggaran prokes ketika orangtua murid berkumpul dan ngobrol menunggu anaknya pulang. Sementara anak didik yang tidak ditunggui orang tua tentu akan berkumpul dengan temannya sepulang sekolah.

Tentu kita tidak ingin kesehatan anak didik dan para guru dipertaruhkan dalam PTM di tengah kondisi seperti saat ini. Hak sehat dan hak hidup mereka harus diutamakan. Untuk dapat menapaki masa depan tentu diperlukan umur panjang dan tubuh yang sehat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved