Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Penangkaran Satwa Mamalia Langka di Banjarbaru di Resmikan Pj Gubernur

Pj Gubernur meresmikan Satwa Mamalia Langka di Banjarbaru Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Halaman samping rumah Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel Edy Sudarmaji di Sekretariat IMI Kalsel, Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru kini bak kebun binatang.

Berbagai satwa dilindungi terkurung mengelilingi halaman. Dia rela sebagian lahan digunakan kandang hewan yang terbuat dari besi untuk menjadi Penangkaran Satwa Endik Aves dan Mamalia.

Penangkaran milik Komunitas Persatuan Burung Eksotis dan Binaan Dit Binmas Polda Kalsel dan BKSDA Kalsel ini pun diresmikan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA didampingi beberapa pejabat Polda Kalsel, Rabu (14/7/2021).

Edy mengatakan ada enam jenis hewan Aves dan Mamalia ini. Mulai dari Kakak tua biasa kakak tua jambul kakak tua kuning, kakak tua Maluku, Kakak tua jambu Trinoton, Kakak tua medium kakak tua Albino. Lalu ada Burung Merak Hijau, Rangkong, Cicak Rowo, Binturong atau musang besar.

Mamalia ini kata Edy didapatkan dari beberapa penangkar di pulau Jawa mulai dari Bali, Semarang, Surabaya dan Jakarta.

Edy pun berjanji penangkaran ini akan dibuka untuk umum terutama bagi siswa yang ingin belajar tentang satwa langka di lindungi di Indonesia.

"Boleh saja belajar disini asal mematuhi ketat protokol kesehatan," sebut dia.

Sementara Safrizal mengatakan dengan adanya penangkaran ini maka sudah ada sebanyak 22 total penangkaran di Kalsel.

"Saya salut cukup banyak disini ini akan semakin melindungi kemungkinan jenis hewan tertentu akan punah di Kalsel," jelas dia.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kalsel Widiatmoko menyampaikan upaya dari menjaga hewan dengan mengantisipasi terjadinya Karhutla serta penyelamatan Hewan Endemik (Aves dan Mamalia) yang ada di Kalsel

"Saat musim kemarau saya mengajak seluruh masyarakat terutama komunitas, seluruh aparatur dan masyarakat umum untuk melakukan upaya dalam menyeimbangkan alam dengan menjaga keberlangsungan hidup hutan dan satwa endemik di Kalsel,” ujar Widiatmoko.

Widiatmoko pun berjanji akan menindaktegas masyarakat yang melakukan perburuan hewan dilindungi secara liar. (Banjarmasinpost.co.id/Khairil rahim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved