Breaking News:

Ponpes Al Falah Terbakar

Kesaksian Ustad yang Pertama Melihat Api Berkobar di Ponpes Al Falah Banjarbaru

Ustad pengajar tingkat tsanawiyah di Ponpes Al Falah Banjarbaru menceritakan saat dia keluar asrama melihat api sudah berkobar di ruang Aula I.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/apunk
Kebakaran hebat di Pondok Pesantren Al Falah di Jalan A Yani, KM 23, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru, 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sambil menggosok- gosok kakinya yang keseleo, Ustad H Ahmad Sibawaihi menceritakan bagaimana awalnya pertama dia melihat Kebakaran hebat di Pondok Pesantren Al Falah di Jalan A Yani, KM 23, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kota Banjarbaru, Kamis (15/7/2021) pagi tadi.

Ustad pengajar tingkat tsanawiyah ini menceritakan saat itu dia keluar asrama mau beraktivitas usai salat subuh, dan melihat api sudah berkobar di ruang Aula I.

"Saya langsung kaget soalnya api sudah membesar sekali," kata dia.

Tanpa pikir panjang sambil berteriak ada api, Ustad Bawai langsung mengambil kunci mobil dan motor milik Yayasan Al Falah untuk diselamatkan.

Baca juga: Kebakaran Ponpes Al Falah Banjarbaru, Besarnya Kobaran Api Membuat Santri Tak Bisa Selamatkan Barang

Baca juga: Api Diduga karena Arus Pendek, Begini Kronologis Kebakaran di Ponpes Al Falah Banjarbaru

"Takutnya mobil dan motor meledak sehingga menambah besar kebakaran," ujar dia.

Ustad Bawai beserta santri dan pengasuh Al Falah pun hanya bisa pasrah melihat api menjalar ke ruangan lain tanpa bisa memadamkan.

"Api sudah sangat membesar tidak mungkin dipadamkan secara manual. Soalnya api menjalar ke barang mudah terbakar seperti kasus dan pakaian milik santri," ucap dia.

Tiga puluh menit berselang, para barisan Pemadam kebakaran berdatangan dan menghentikan amukan si jago merah sebelum menjalar ke bangunan yang lain.

Ketika musibah terjadi, kata Ustad Bawai, dia tidak merasa lagi kakinya terkilir.

Di pikirannya hanya mencoba menyelamatkan barang yang bisa diangkut.

"Baru ini terasa sakit sekali. Bahkan saya tidak bisa berdiri," katanya duduk sambil tangannya mengurut bagian mata kakinya.

Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved