Breaking News:

Berita Banjarbaru

Kebakaran Kalsel, Korsleting Penyebab Api di Ponpes Al Falah Banjarbaru, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Berdasarkan hasil olah TKP, Petugas INAFIS Satreskrim Polres Banjarbaru menyimpulkan kebakaran di Ponpes Al Falah berasal dari korsleting

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Kebakaran Pondok Pesantren Al Falah Putra di Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan hanguskan pakaian hingga kitab milik santri 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pihak kepolisian sudah selesai menggelar olah perkara Kebakaran gedung asrama dan ruang kelas Pondok Pesantren Al-Falah Putra Jl. A. Yani Km.23 Kel. Landasan Ulin Tengah Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru pada Kamis (15/7/2021) subuh kemarin.

Berdasarkan hasil olah TKP, barang bukti, dan keterangan saksi di TKP, Petugas INAFIS Satreskrim Polres Banjarbaru menyimpulkan berasal dari korsleting arus listrik.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubbag Humas AKP Tajudin Noor mengatakan tidak ada korban jiwa atas peristiwa kebakaran yang terjadi, namun kerugian materiil kurang lebih Rp. 2 miliar.

Pihak kepolisian kata dia juga memeriksa beberapa saksi yakni Muhammad Dika Pratama (16) siswa Al-Falah Putera warga Jalan Padat Karya RT.06 Kab. Muara Teweh Kalteng.

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Relawan Damkar Martapura Galang Donasi untuk Kebakaran Ponpes Al-Falah

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Api Seberangi Jalan Bakar Bangunan Kelas Ponpes Al-Falah

Juga memintai keterangan H.Nur Syahid Ramli, LC (66) yang merupakan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Falah Putera Landasan Ulin Banjarbaru.

Beberapa barang bukti juga ditemukan seperti 1 Potong balok kayu yang terbakar, 1 buah kabel tembaga listrik 1 buah KWH meter dan 1 buah MCB listrik.

"Setelah memeriksa saksi dan barang bukti kita bisa mengambil kesimpulan," kata Tajudin, Jumat (16/7/2021).

Pada saat petugas mendatangi TKP terdapat petugas Damkar masih memadamkan area gedung yang terbakar.

Gedung yang terbakar terdiri dari 4 gedung yang terpisah, 2 gedung ukuran 6x18 meter bertingkat yang dipakai untuk asrama dan kelas, dan 2 gedung di belakangnya ukuran 6x9 meter yang dipakai untuk asrama.

Lantai pertama adalah asrama siswa pondok dan lantai 2 adalah ruang kelas, secara keseluruhan ruang yang terbakar terdiri dari 12 ruang kelas, 9 ruang asrama, 1 ruang wartel, dan 1 ruang Kitab.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Tapin Kalsel Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan

Baca juga: Kepala Dinkes Kabupaten Tanbu: Situasi Pandemi Covid-19 Sekarang Ini Harus Diwaspadai

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved