Breaking News:

Wabah Corona

Jual Vaksin Sisa Hingga Raup Ratusan Juta Rupiah, Dua Dokter di Medan Terancam Penjara

Gegara jual vaksin sisa, dua oknum dokter di Medan berhasil meraup uang hingga ratusan juta rupiah. Kini ancaman penjara menanti mereka.

Editor: Anjar Wulandari
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Ilustrasi vaksin. Jual Vaksin Sisa Hingga Raup Ratusan Juta Rupiah, Dua Dokter di Medan Terancam Penjara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Di saat banyak masyarakat berebut untuk mendapatkan vaksin Covid-19, dua oknum dokter di Medan, Sumatera Utara malah tega menjualnya.

Dari aksi culas itu, dua oknum dokter berhasil meraup uang hingga ratusan juta rupiah. Kini ancaman penjara menanti mereka.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program vaksinasi covid-19 kepada masyarakat luas secara gratis.

Vaksin diberikan sebanyak dua kali untuk setiap warga Indonesia, demi mencapai herd immunity. Penyelenggaraan vaksinasi covid-19 terus dilakukan seiring meroketnya kasus covid-19 di tanah.

Namun publik di Tanah Air dikejutkan dengan masih adanya praktik korup dari oknum yang memanfaatkan situasi saat pandemi saat ini.

Baca juga: Vaksinasi Massal Tahan Kedua Digelar Polres Tapin, Peserta Capai Ratusan orang

Baca juga: Vaksinasi Massal di Banjarbaru, Wali Kota Sebut 72.930 Warga Telah Tervaksin

Seperti dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Dua Dokter di Medan Raup Ratusan Juta Rupiah Jual Vaksin Sisa kepada Warga, Kini Penjara Menantinya, dua orang dokter di Medan dr Indra Wirawan dan dr Kristinus Saragih, diduga terlibat kasus jual beli vaksin Covid-19.

Dalam melakukan aksinya, kedua dokter itu dibantu oleh Selviwaty alias Selvi.

Kedua dokter itu sengaja menggelapkan vaksin yang harusnya menjadi milik rakyat.

Modusnya, menyembunyikan vaksin sisa yang mestinya dikembalikan ke pemerintah.

Vaksin itu kemudian disuntikkan kepada masyarakat dengan sejumlah imbalan biaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved