Berita Kotabaru
Kotabaru Masih Ada Cadangan 80 Tempat Tidur Untuk Pasien Covid-19
Kasus pasien terpapar Covid-19 Kotabaru terus naik. Kenaikan kasus cukup signifikan dalam berapa terakhir tidak ditepis Kepala Dinas Kesehatan Kotabar
Penulis: Herliansyah | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kasus pasien terpapar Covid-19 Kotabaru terus naik. Kenaikan kasus cukup signifikan dalam berapa terakhir tidak ditepis Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Suprapti Tri Astuti.
Namun untuk penangan pasien Covid-19, pihaknya berbagi tugas dengan pihak RSUD PJS Kotabaru. Untuk perawatan pasien di RSDC Stagen dibawah Dinas kesehatan untuk pasien yang tidak bergejala.
Ditegaskan Suprapti, terkait perawatan pasien. Secara umum untuk ketersedian obat-obatan dan tempat tidur pasien masih tersedia 80 tempat tidur.
Kecuali obat pihaknya masih tergantung dengan dinkes propinsi terutama utk obat anti virus yang harus djambil langsung ke IFK propinsi.
Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Meninggal 2 Orang, Positif Bertambah 20 Pasien
Baca juga: PDAM Kotabaru Akan Gunakan Teknologi Baru Pada Jaringan Pipa Embung Gunung Ulin
Baca juga: Asisten I Setda Kotabaru Terima 5 Ekor Sapi Bantuan PT Silo
Baca juga: Sambut Iduladha, Pemkab Kotabaru Salurkan 10 Ekor Sapi, 15 Sapi dari Bantuan Pribadi Bupati
Selain itu, untuk penyedian obat anti virus pihaknya masih menunggu refocusing anggaran.yang akan selesai diakhir juli ini.
"Untuk tempat tidur, terisi orang tempat tidur. Cadangan masih ada 80," katanya.
Meski masih ada tempat tidur cadangan, ia berharap masyarakat tetap waspada. Dengan menjalankan protokol kesehatan yakni 5 M. Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.
"Karena kita tidak tau kapan dan dimana virus berada. Makanya kita yang harus terus waspada dan berdisiplin," imbuhnya.
Suprapti mengiyakan, naiknya kasus terpapar disebabkan pelaku perjalanan terutama dari karyawan perusahaan.
"Hal tersebutlah yang bisa menularkan ke masyarakat, klo kita tdk mentaati prokes. Usahakan masker 2 lapis," pesannya.
Disinggung apakah di Kotabaru sudah masuk virus varian baru. Ia belum bisa memastikan, karena masih menunggu dari propinsi.
"Kemarin Tanahbumbu dan Kotabaru yang diminta untuk mengirimkan sample pasien positif. Utk diteliti lebih lanjut. Apakah sudah terindikasi virus delta atau bukan. Sebelum hasil keluar kita belum berani membenarkan," tandasnya.
Sementara, Dandim 1004/Kotabaru Letkol Roy Fakhrul Rozi, salah satu tim tugas Covid-19 Kotabaru membenarkan, kasus terpapar terus baik.
Untuk menekan penambahan angka terpapar dalam waktu dekat, akan dilaksanakan rapat koordinasi. (Banjarmasinpost.co./id/Helriansyah).