Breaking News:

Berita Tabalong

Pandemi Covid-19, Penjualan Sapi Kurban di Tabalong Alami Penurunan

Pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha kali ini kembali berlangsung dengan situasi yang masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Penulis: Dony Usman | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/donyusman
Sapi kurban yang ada di kandang milik h rusmadi di kelurahan hikun kecamatan Tanjung Tabalong 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha kali ini kembali berlangsung dengan situasi yang masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Kondosi ini diakui, H Rusmadi, seorang penjual sapi kurban di Kelurahan Hikun, Kecamatan Tanjung, Tabalong, Kalsel, berpengaruh terhadap jumlah yang dijual.

Ditemui di kandang sapi miliknya, Minggu (18/7/2021), H Rusmadi, mengakui, penurunan jumlah sapi yang dijual mulai terjadi sejak di Idul Adha tahun lalu.

Menurutnya semenjak adanya Covid-19 tahun lalu, jumlah sapi yang dijual hanya berkisah separuh dari kondisi normal.

Baca juga: Asisten I Setda Kotabaru Terima 5 Ekor Sapi Bantuan PT Silo

Baca juga: Diberi Nama Lesti dan Billar, Lihat Kondisi Sapi yang Dibeli Leslar Untuk Kurban di Idul Adha 2021

Baca juga: Sambut Iduladha, Pemkab Kotabaru Salurkan 10 Ekor Sapi, 15 Sapi dari Bantuan Pribadi Bupati

Baca juga: Badan Musyawarah Perbankan Daerah Kalsel Bagikan Bantuan Tiga Sapi Kurban

"Sebelum Covid-19 hampir 100 ekor sapi yang dijual, dua tahun ini hanya sekitar 50 sampai 55 ekor sapi saja," katanya.

Menurunya jumlah yang dijual ini karena memang permintaan yang ikut menurun, sementara harga jual tetap stabil meski di masa pandemi Covid-19.

Untuk sapi kurban yang ada di tempatnya dijual dengan beberapa variasi harga, mulai dari paling besar seharga Rp 28 juta, sapi ukuran sedang Rp 21 juta dan Rp 20 juta, serta terkecil dijual Rp 18,5 juta.

Disampaikannya, semua sapi yang ada di tempatnya semenjak datang sekitar tiga bulan lalu dari Sulawesi, sudah tiga kali menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

"Seminggu setelah sapi datang kita langsung undanh dokter hewan dan PPL untuk memeriksa kesehatannya dan hingga kedatangan yang ketiga semua sapi sudah dinyatakan sehat,"ujarnya.

Dengan dipastikan sehat ditandai surat yang diberikan dokter hewan akan membuat masyarakat sebagai pembeli tidak ragu lagi dengan kondisi kesehatan sapi kurban miliknya.

"Untuk penjualan kita di sekitaran Tabalong, tapi ini ada satu yang dari daerah Ilung Barabai," katanya.

Sapi yang dibeli akan tiba di tempat pembeli paling satu hari dari jadwal pemotongannya dan pengantaran menjadi tanggungjawab mereka selaku penjual.

Bukan hanya itu saja, sebagai penjual mereka juga bertanggungjawab terhadap sapi yang diantar, apabila sakit dan dari pemeriksaan dokter hewan dinyatakan tak bisa dikurbankan maka akan diganti.

Apabila pembeli memilih sapi ganti dengan ukuran lebih besar maka pembeli akan menambah kekurangan harga, namun bila mengambil yang lebih kecil maka penjual yang akan memberikan. kelebihan uang ke pembeli. (banjarmasinpost.co.id/donyusman).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved