Breaking News:

Berita HSS

Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Kabupaten HSS Disetop Sepekan

Kenaikan angka kasus Covid-19 membuat Bupati HSS H Achmad Fikry hentikan sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama seminggu mulai 19 Juli 2021.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SMPN 1 Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Senin (12/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Setelah melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak 12 Juli 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada 19 Juli disetop sementara hingga satu pekan ke depan.

Alasannya, yakni tren kenaikan Covid-19 di Kabupaten HSS ini, Kalimantan Selatan. Apalagi saat Minggu (18/7/2021) terdata 39 kasus aktif.

Rinciannya, di Kecamatan Daha Utara 4 orang, Kecamatan Daha Selatan 9 orang, Kecamatan Simpur 1 orang, Kecamatan Kandangan 17 orang, Kecamatan Angkinang 3 orang, Kecamatan Sungai Raya 4 orang dan Kecamatan Padang Batung 1 orang.

Selain itu, total warga yang terkonfirmasi positif menjadi 1.317 orang, sebanyak 1.233 orang di antaranya sembuh, dan 45 orang meninggal. Sedangkan suspek, tercatat masih 11 orang.

Penghentian PTM selama sepekan ini berdasarkan rapat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten HSS.

Baca juga: Kebakaran di Kalsel, HSS Kembali Diamuk Api, Satu Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Baca juga: Kebakaran Kalsel, Api di Rumah Kai Amat Kandangan HSS Diduga Berasal dari Obat Nyamuk

Rapat koordinasi ini dipimpin Bupati HSS H Achmad Fikry. Ia mengatakan, dari hasil pemantauan Camat, Kapolsek, Danramil, sebagian PTM berjalan dengan lancar.

Tetapi, tidak bisa menyerahkan ke sekolah, harus ada peran orangtua. Apalagi, masih adanya kumpulan orangtua khususnya anak-anak kelas 1 SD dan TK.

Dijelaskannya, PTM pekan depan ditiadakan. Hal ini untuk memberikan kesempatan agar memastikan kesiapan sekolah yang lebih baik.

"Apabila perkembangan kasus Covid-19 tidak meningkat signifikan, Pembelajaran Tatap Muka di sekolah bisa berlanjut," katanya.

Ia juga mengingatkan untuk sekolah TK agar perlu dipertimbangkan dengan matang. Karena, sekolah TK ini menimbulkan kerumunan orangtua.

Baca juga: Kejari HSS Tangani Dua Kasus Korupsi, Penyalahgunaan Dana Desa dan Dana Perbankan

Baca juga: VIDEO Dinas Pertanian Kabupaten HSS Siapkan RPH untuk Potong Hewan Kurban

"Siapkan ruang untuk orangtua agar tidak bergerombol. Kami serahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSS dan Kemenag untuk menentukan setelah libur sepekan. Apakah sekian ratus sekolah dibuka semuanya atau sebagian. Kami ingin tingkat kesiapan satgas sama dengan kesiapan di lapangan. Jadi, kami berikan kesempatan lagi untuk lebih mempersiapkan sekolahnya, tidak saja secara fisik tapi juga secara sumber dayanya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik HSS, Siti Erma, mengaku, pihaknya belum dapat memastikan pasca libur sepekan ini apakah dilanjutkan atau libur.

"Kami tidak tahu. Tapi yang jelas, kami menunggu rekomendasi Tim Gugas. Terpenting lagi, angka kasus Covid-19 turun," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved