Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Penjualan Tas Purun di Banjarbaru Meningkat untuk Wadah Daging Kurban Idul Adha 1442 H

Panitia kurban pesan 1.000 tas purun untuk wadah daging dari perajin di Banjarbaru. Dinas LH Kalsel imbau panitia kurban tidak memakai tas plastik.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Hamsiah dengan hasil rajutan dan anyaman di rumahnya, tempat wisata Kampung Purung, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebijakan pemerintah yang mengimbau para panitia kurban Idul Adha 114 H, berimbas kepada pembelian dan pemesanan hasil kerajinan, yakni Tas Purun

Semisal apa yang diceritakan, Hamisah, perajin purun dari Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (18/7/2021). Dia mengaku orderan Tas Purun meningkat menjelang Idul Adha 2021.

"Ada yang pesan 1.000 Tas Purun. Katanya mau dipakai untuk wadah Daging Kurban. Pesanan itu dibagi di kelompok kami," ujar Perajin purun di Banjarbaru ini kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dijelaskan dia, memang baru kali ini yang ada orderan lumayan banyak dibandingkan ketika Covid-19 menyerang dan PPKM mikro diterapkan.  "Baru kali ini ada pesan Tas Purun," ucapnya penuh nada syukur.

Dalam sehari ini, Hamsiah dengan keluarganya bisa lima buah Tas Purun. Namun kalau orderan banyak, maka akan dibagi per grup sehingga memudahkan penggarapan.

Baca juga: Gelar Salat Idul Adha 1442 H, Begini Kesiapan Masjid Sabilal Muhtadi Banjarmasin

Baca juga: Masjid Besar di Kota Barabai Gelar Salat Idul Adha 1442 H, Prokes Diawasi Ketat Panitia

Harga satuan Tas Purun bervariasi, tergantung besar kecil dan warna. Harga dijual mulai Rp 10 ribu, Rp 20 ribu.

Namun jika borongan atau beli banyak didiskon hingga Rp 15 ribu. Untuk Tas Purun yang besar bisa ada yang sampai harga Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.

Sementara itu, Kepala Dinas LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, menjelaskan, pihaknya mendukung pemakaian Tas Purun untuk dijadikan wadah Daging Kurban di momen Idul Adha 1442 H dan mengimbau kepada panitia kurban tidak menggunakan kantung kresek.

"Kami di Hari Raya Idul Adha 1442 H ini sudah pesan 2.000 Tas Purun untuk dipakai wadah hewan kurban. Untuk distribusi, ya biasanya dipakai dimana sapi kurban gubernur disembelih. Nanti kami dari SKPD juga menyiapkan Tas Purun nya," kata Hanifah Dwi Nirwana.

Diketahui, Pemprov Kalsel mengeluarkan kebijakan pengurangan sampah plastik pada pembagian daging kurban di Idul Adha 1442 H. Surat perintah ini langusng ditandatangani Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: VIDEO Tempat Penjualan Kambing di Kampung Arab Banjarmasin

Baca juga: Salat Sholat Idul Adha di Masjid Al Akbar Balangan Belum Dipastikan

Selaku pucuk pimpinan di Pemprov Kalsel mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan palstik pada pembagian daging kurban pada Idul Adha 2021.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengurangi timbulan sampah plastik, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Kalsel Nomor 08 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.

Safrizal mengimbau panitia kurban hendaknya memelopori dan menerapkan penggunaan Tas Purun, besek atau bahan lain berbahan ramah lingkungan sebagai kemasan pembagian daging kurban.

"Selain itu, kiranya menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seperti tempat sampah terpilah di 
lokasi pelaksanaan salat Id dan pembagian daging," urainya. 

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved