Breaking News:

Wabah Corona

Per 19 Juli 2021, Inggris Larang Warga Negara Indonesia Masuk Kecuali Punya Izin Tinggal

Larangan masuk bagi warga negara Indonesia ke Inggris itu berlaku mulai Senin (19/7/2021). Buntut dari melonjaknya kasus covid-19 di Indonesia

Editor: Anjar Wulandari
NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Warga membentangkan bendera Inggris.Per 19 Juli 2021, Inggris Larang Warga Negara Indonesia Masuk Kecuali Punya Izin Tinggal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Indonesia masuk dalam daftar merah negara yang dilarang masuk ke Inggris. Pelarangan itu buntut dari melonjaknya kasus covid-19 di Indonesia, bahkan disebut sebagai episentrum baru di Asia.

Larangan masuk bagi warga negara Indonesia ke Inggris itu berlaku mulai Senin (19/7/2021).

Tak hanya untuk WNI, pemerintah Inggris juga menutup pintu masuknya bagi pendatang yang memiliki riwayat perjalanan dan menetap selama 10 hari di Indonesia.

Aturan itu diberlakukan setelah pemerintah Inggris memasukkan Indonesia ke dalam daftar merah negara yang masuk ke Inggris lantaran penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi.

Baca juga: Update Covid-19 Kotabaru: Meninggal 2 Orang, Positif Bertambah 20 Pasien

Baca juga: Pandemi Covid-19, Penjualan Sapi Kurban di Tabalong Alami Penurunan

"Mulai pukul 04.00 pada 19 Juli, Indonesia masuk dalam daftar merah untuk masuk ke Inggris," demikian bunyi ketentuan tersebut yang dimuat di situs resmi pemerintah Inggris dilansir dari kompas.com.

Sebelumnya, pemerintah Inggris menggolongkan Indonesia dalam daftar kuning. Namun kini sejak disebut sebagai salah satu episentrum penyebaran Covid-19, pemerintah Inggris memasukkan Indonesia ke dalam daftar merah.

Adapun bagi negara yang masuk dalam daftar merah, pendatang yang telah menetap selama 10 hari kemudian melakukan penerbangan dari sana dilarang masuk ke wilayah Inggris kecuali bagi mereka yang telah memiliki izin tinggal.

Bagi mereka yang memiliki izin tinggal di Inggris pun tetap harus melakukan karantina selama 10 hari di hotel yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Pasien penderita virus corona Covid-19 dirawat di tenda di luar rumah sakit di Bekasi pada 14 Juli 2021.
Pasien penderita virus corona Covid-19 dirawat di tenda di luar rumah sakit di Bekasi pada 14 Juli 2021. (Rezas / AFP)

Selain itu mereka diwajibkan menunjukkan tes usap polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif sebelum melakukan penerbangan. Setibanya di Inggris, mereka pun masih harus menjalani dua kali tes PCR.

Lalu, mereka yang punya izin tinggal juga harus mengisi formulir yang berisikan alamat tinggal selama berada di Inggris agar mudah dipantau.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved