Breaking News:

Berita Batola

Petani di Mekarsari Batola Risau, Padi Rawan Disatroni Pencuri

Pencurian padi yang siap panen marak di Desa Mekarsari Batola yang membuat resah para petani

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Masyarakat petani di Desa Ringgiran Darat memasukkan padi dalal karung usai panen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Memasuki musim panen, sejumlah petani di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, risau dengan adanya oknum yang mencuri padi mereka.

Hal ini terjadi di beberapa hari belakangan, dimana padi petani yang sudah menguning tiba-tiba ludes dari tangkainya.

Kejadian ini diduga kuat ulah pencuri yang tega menyatroni dan memanen padi petani saat malam hari.

Diungkapkan Amak, petani di Desa Tinggiran Darat, benar adanya kabar petani di Desa Jelapat II yang terkejut, pagi-pagi padinya sudah dipanen, padahal saat dicek sehari sebelumnya masih utuh.

Baca juga: Petani di Tinggiran Darat Batola Mulai Panen, Keluhkan Turunnya Harga Padi

Baca juga: Musim Panen, Petani di Tinggiran Darat Batola Kesulitan Akses Jembatan Bawa Combine

"Saat ini kalau padi sudah siap panen, jangan dibiarkan. Karena sudah ada beberapa petani yang padinya dipanen pencuri malam hari dan ada juga yang diangkut saat sudah di penumpukan," cerita Amak. Sabtu (17/7/2021).

Ia pun sangat menyayangkan ulah oknum yang tega melakukan hal itu, mengingat padi yang dipanen merupakan satu-satunya harapan petani untuk meraup untung setelah setahun masa membuka lahan hingga panen.

Tahun ini petani di daerahnya sedikit terbantu dengan adanya penyewaan jasa panen menggunakan mesin combine.

Baca juga: Sebanyak 8 Desa Baru di Tanahbumbu Dapatkan Kode, Pjs Kepala Desa Segera Dilantik

Baca juga: Stok Plasma Konvalesen Kosong, UDD PMI Banjarmasin Belum Bisa Penuhi Permintaan 94 Kantung

Karena bisa lebih cepat dalam proses panen.

Selain terhindar dari aksi pencuri, proses panen lebih cepat ini juga membuat padi yang dituai lebih aman dari ancaman cuara hujan yang bisa menyebabkan basah hingga rusak.

Petani pun tidak perlu susah payah lagi menunggu dan menjaga tumpukan padi di sawah sebelum diangkut ke rumah.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved