Breaking News:

Berita Banjarmasin

Stok Plasma Konvalesen Kosong, UDD PMI Banjarmasin Belum Bisa Penuhi Permintaan 94 Kantung

UDD PMI Banjarmasin kembali kesulitan memenuhi permintaan plasma konvalesen dari para penderita Covid-19 di Banjarmasin dan sekitarnya.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Minim pendonor, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin kembali kesulitan memenuhi permintaan plasma konvalesen dari para penderita Covid-19 di Banjarmasin dan sekitarnya.

Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit mengatakan, ada 94 antrean kebutuhan plasma konvalesen yang tercatat di UDD PMI Kota Banjarmasin, Minggu (18/7/2021).

Lebih spesifik yaitu antrean untuk 20 kantung plasma konvalesen golongan darah A, 34 kantung golongan darah B, 31 kantung golongan darah O dan 9 kantung golongan darah AB.

"Belum bisa dipenuhi semua, stok plasma konvalesen hari ini benar-benar kosong," kata dr Rama.

Baca juga: Satgas Covid-19 Izinkan PTM di Banjarmasin Dilanjutkan, ini Syaratnya

Baca juga: Tim Pakar ULM : Usia Produktif Mendominasi Penambahan Kasus Aktif Covid-19 di Kalsel

Tingginya permintaan plasma konvalesen saat ini kata dia kembali melonjak dibanding permintaan di pekan sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 70 kantung plasma konvalesen.

"Yang sebelumnya saja sudah melonjak dan sekarang lebih melonjak lagi," ungkapnya.

Karena itu, Ia berharap bagi setiap orang yang memenuhi kriteria untuk mendonorkan darah dan plasma konvalesen agar mau menjadi pendonor.

Calon pendonor bisa langsung datang ke Kantor UDD PMI Kota Banjarmasin, Jalan S Parman, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin yaitu di seberang Mako Polda Kalsel.

Baca juga: Salat Sholat Idul Adha di Masjid Al Akbar Balangan Belum Dipastikan

Calon pendonor nantinya akan diperiksa terlebih dahulu terkait sejumlah kriteria tertentu yang harus terpenuhi agar bisa mendonorkan plasma konvalesennya.

Yaitu di antaranya sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh melalui surat keterangan resmi dari dokter atau rumah sakit.

Lalu tidak mengalami gejala gangguan kesehatan minimal 14 hari setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar antibodi yang diperlukan masih ada atau tinggi.

Pendonor juga disyaratkan tidak menerima transfusi darah selama tiga bulan terakhir.

Pendonor pun harus berusia antara 17 hingga 50 tahun dengan berat badan minimal 50 kg.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved