Breaking News:

Bertia Tabalong

VIDEO Penjualan Sapi Kurban di Kabupaten Tabalong Alami Penurunan

Dampak pandemi, penjual sapi kurban di Kelurahan Hikun, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, hanya bisa menjual kisaran separuh dari kondisi normal.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Terjadi penurunan jumlah sapi yang terjual, dirasakan para penjualnya di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sejak Idul Adha 2020.

Semenjak ada Covid-19 tahun lalu, jumlah sapi yang terjual berkisar hanya separuh dari kondisi normal.

"Sebelum Covid-19, hampir 100 ekor sapi yang dijual. Dua tahun ini hanya sekitar 50 sampai 55 ekor sapi saja,"  sebut H Rusmadi, penjual Sapi Kurban di Kelurahan Hikun, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (18/7/2021).

Menurunya jumlah yang dijual di momen Idul Adha 1442 H ini karena memang permintaan yang ikut menurun, sementara harga jual tetap stabil meski di masa pandemi Covid-19.

Untuk sapi kurban yang ada di tempatnya dijual dengan beberapa variasi harga, mulai dari paling besar seharga Rp 28 juta, sapi ukuran sedang Rp 21 juta dan Rp 20 juta, serta terkecil dijual Rp 18,5 juta.

Baca juga: Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Tabalong, Relawan Gabungan Lakukan Penyisiran

Baca juga: VIDEO Geger Orang Tenggelam di Sungai Tabalong Jembatan 1 Juli Hikun Tabalong

Disampaikannya, semua sapi yang ada di tempatnya semenjak datang sekitar tiga bulan lalu dari Sulawesi, sudah tiga kali menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

"Seminggu setelah sapi datang, kami langsung undang dokter hewan dan PPL untuk memeriksa kesehatannya dan hingga kedatangan yang ketiga semua sapi sudah dinyatakan sehat," ujarnya.

Dengan dipastikan sehat, ditandai surat yang diberikan dokter hewan, akan membuat masyarakat sebagai pembeli tidak ragu lagi dengan kondisi kesehatan sapi kurban miliknya.

"Untuk penjualan, di sekitaran Kabupaten Tabalong. Tapi ini ada satu yang dari daerah Ilung Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah," sebutnya.

Sapi yang dibeli akan tiba di tempat pembeli paling lambat satu hari dari jadwal pemotongannya. Pengantaran,  menjadi tanggung jawab penjual.

Baca juga: Personel Polres Tabalong dan Petugas Gabungan Siaga di Posko Terpadu Penanganan Karhuta

Baca juga: Lagi, Petugas Pos Sekat Batas Kalsel-Kaltim di Jaro Tabalong Putar Balik Pengendara

Bukan hanya itu saja, sebagai penjual,  juga bertanggungjawab terhadap sapi yang diantar. Apabila sakit dan dari pemeriksaan dokter hewan dinyatakan tak bisa dikurbankan, maka akan diganti.

Apabila pembeli memilih sapi ganti dengan ukuran lebih besar, maka pembeli akan menambah kekurangan harga.

Namun bila mengambil yang lebih kecil, maka penjual yang akan memberikan kelebihan uang ke pembeli.

(Banjarmasinpost.co.id/Dony Usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved