Breaking News:

Berita HSU

Banyak Lahan Rawa di Kabupaten HSU Belum Terjamah, Warga Tak Bisa Ambil Tanaman Purun

Aparat Desa Pulantani Kecamatan Haur Hading Kabupaten HSU berharap ada bantuan untuk buka rawa sehingga bisa dilintasi perahu warga untuk cabut purun.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Hamparan rawa yang luas dan ditumbuhi tanaman purun untuk anyaman di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (18/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Lahan rawa-rawa yang terdapat tanaman purun di Desa Pulantani,  Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi  Kalimantan Selatan, sangatlah luas.

Purun merupakan tanaman endemik yang tumbuh di daerah rawa-rawa. Biasa dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk membuat kerajinan oleh masyarakat di Kabupaten HSU ini.

Untuk mengambil Tanaman Purun di daerah rawa-rawa, biasanya warga menggunakan perahu dayung. Mereka harus mencabut Purun. Tak ada akses jalan darat yang bisa digunakan untuk mengambil tanaman rawa ini.

JIka menggunakan perahu dayung, juga terbatas hanya di area yang terdapat  jalur lintas.

Baca juga: Hidup dari Tanaman Purun, Perajin HSU Ini Seharian Mengayuh Dayung Ditengah Rawa Cari Purun

Sedangkan sampai saat ini, masih banyak sekali rawa-rawa yang masih belum terjamah.

Padahal, terdapat Tanaman Purun yang baik. Namun, warga tak bisa memanfaatkan karena tidak ada jalur untuk perahu.

Sekretaris Desa Pulantani, Iwan Hermawan, Minggu (18/7/2021), mengatakan, pihaknya berharap adanya bantuan untuk bisa bergotong royong membuka jalur transportasi sungai agar warga bisa ambil Purun. Sekaligus,  bisa diregenerasi menjadi Tanaman Purun baru. 

“Masih banyak rawa-rawa yang sebenarnya tanaman purunnya bagus. Tapi, tidak bisa dicabut warga karena tidak ada akses perahu untuk menuju, “ ujarnya.

Baca juga: Buka Jalur Baru untuk Wisata Susur Rawa di Pulantani Kabupaten HSU

Baca juga: Tiap Desa di Kabupaten HSU Ada yang Bisa Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban

Purun yang digunakan untuk kerajinan seperti tikar dan juga bakul biasanya akan lebih baik, jika menggunakan kualitas yang lebar dan tua. 

Selain mudah dan cepat dalam pembuatan anyaman, kualitasnya juga lebih baik. 

Warg pencabut Tanaman Purun biasanya mendapatkan upah cabut yaitu Rp 5.000 untuk satu ikat atau satu dapung.

Pencari purun di desa Pulantani selesai membawa purun menggunakan perahu diturunkan di dermaga, Rabu (14/7/2021).
Pencari purun di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi  Kalimantan Selatan, selesai membawa purun menggunakan perahu diturunkan di dermaga, Rabu (14/7/2021). (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Beruntung, saat ini ada jalur wisata susur rawa yang juga memudahkan warga dalam melintasi daerah rawa karena akses untuk lintasan perahunya lebih luas.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved