Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Geluti Jengkol Rebus, Warga Pingaran Ilir Kabupaten Banjar Mampu Beli 2 Mobil

Warga tiga RT Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, memproduksi jengkol rebus diberi kuah lala

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) saat mencoba kuliner khas Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Sekatan, yaitu Jaring Rebus Tahilala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, layak disebut sentra kuliner jengkol atau jaring.

Tak heran ada pengunjung atau pendatang yang ingin menikmati langsung sensasi makan jengkol atau jaring rebus tersebut dengan cocolan tahilala berbahan santan kental.

Tiga mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang mengajari warga setempat tentang cara membuat Briket arang dari bahan Batok Kelapa sudah mencoba nikmatnya jaring khas Desa Pingaran Ilir

"Enak dan mantap rasanya," ujar Fenny Windarti, mahasiswa ULM dari Kota Banjarbaru, Kalsel.

Baca juga: Desa Pingaran Ilir Kabupaten Banjar Menuju Sentra Kuliner Jengkol dan Briket Batok Kelapa

Itu karena pelaku usaha pengolahan jengkol atau jaring yang direbus terdapat di sejumlah RT.

Kepala Desa Pingaran Ilir,  Ahmad Zaini, menyebutkan ada tiga RT yang setiap rumah tangga merebus jengkol  untuk produk makanan. 

"Kedai Jaring Dahlia di Kota Banjarmasin itu dari Desa Pingaran Ilir," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (18/7/2021).

Satu produk jengkol rebus yang dikirim ke Kota Banjarmasin adalah yang dikelola Aslamiyah bersaudara, warga desa setempat.  

Ahmad Zaini, Kepala Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Ahmad Zaini, Kepala Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID)

Menurut Aslamiyah, sejak 25 tahun yang lalu mengeluti usaha memilah jengkol dari ukuran kecil, setengah dan besar.

Kemudian direbus, dibersihkan kulitnya, dihitung jumlahnya per 100 biji untuk direbus kembali, sebelum dijual ke pasaran dan langganan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved