Breaking News:

Tajuk

PPKM, Kurban dan Kedermawanan

Idul Adha di Indonesia sering disebut dengan hari raya kurban. Ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Idulfitri.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - IDULADHA 1442 Hijriah yang tahun ini jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021, kembali dirayakan di masa Pandemi Covid-19. Bahkan, kali ini, kondisi pandemi cenderung lebih gawat, sehingga membuat pemerintah menetapkan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Berdasarkan jadwal, pelaksanaan PPKM Darurat di sejumlah daerah dimulai pada 3 Juli dan berakhir 20 Juli 2021, tepat pada Hari Raya Kurban. Namun, melihat banyaknya kasus Covid-19, pemerintah memberi sinyal bakal memperpanjang pelaksanaan PPKM Darurat itu.

Idul Adha di Indonesia sering disebut dengan hari raya kurban. Ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Idulfitri. Jika Idulfitri dirayakan sebagai kesyukuran atas kemenangan kaum Muslim dalam “jihad” memerangi hawa nafsu dengan menjalankan puasa Ramadan dan membayar zakat fitrah, maka Iduladha dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban.

Ibadah kurban atau menyembelih hewan kurban adalah yang paling utama saat hari raya Iduladha karena ibadah yang paling dicintai oleh Allah. Hal ini sesuai dengan hadis hasan yang diriwayatkan Imam Tirmidzi nomor 1413 dan Ibn Majah nomor 3117.

Hikmah berkurban secara syariat ada dua hal. Pertama, meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang penuh kesabaran menerima cobaan dan ujian yang ditimpakan kepada mereka. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah SWT dengan perintah mengurbankan anak yang sangat dicintainya. Nabi Ismail diuji oleh Allah SWT dengan kepatuhannya kepada orangtuanya.

Kedua, menumbuhkan sifat kedermawanan dan saling membantu di antara masyarakat, khususnya di kalangan umat Islam. Tentu saja, pelaksanaannya tergambar melalui pembagian daging hewan kurban umat Islam yang beriman pada Allah SWT.

Dari dua hal ini berkait dengan Pandemi Covid-19 yang kini melanda Indonesia dan dunia. Masyarakat dunia, termasuk umat Islam di Indonesia mendapat cobaan berat yang sudah berlangsung selama dua tahun ini. Adanya cobaan berupa Covid-19 ini, harus disikapi seperti kesabaran Nabi Ibrahim dan Ismail dalam menghadapi cobaan.

Adanya kesabaran yang dibarengi keimanan Nabi Ibrahim menghadapi cobaan membuahkan rahmat dari Allah. Nabi Ismail yang mau dikurbankan kemudian diganti kibas. Semoga dengan kesabaran yang diiringi penguatan keimanan menghadapi Pandemi membuat rahmat Allah datang untuk mengakhiri musibah ini.

Selain itu, Pandemi Covid-19 saat ini, harus dijadikan sebagai momentum untuk saling berbagi dan tolong menolong sesama. Semangat berkurban menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan sikap rela berbagi dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dengan sikap kedermawanan ini juga sebagai doa agar Allah segera mencabut pandemi dari muka bumi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved