Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

VIDEO Pengakuan Pelaku Penusukan di Pasirmas Banjarmasin Tak Cuma Asmara

Pelaku penusukan yang mengakibatkan korban tewas di Pasirmas, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin, soal utang dan istrinya digoda yang membuatnya marah.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak cuma perkara asmara, rupanya ada hal lain yang membuat M Rifani alias Fani (37) bertikai dengan Pardiansyah (25).

Sebagai pengingat, Kamis (15/7/2021), pelaku dan korban Pardiansyah berkelahi di kawasan Pasirmas, Jalan Ir PM Noor, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Akibat kejadian tersebut, nyawa Pardiansyah tak terselamatkan akibat luka tusuk yang diderita.

Dalam gelar kasus yang diadakan Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Faizal Rahman, di kantornya, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting, membeberkan kronologi kejadian tersebut, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Penusukan di Kalsel, Pelaku Penikam Pria Asal Batola di Banjarmasin Diciduk Polisi

"Tersangka datang ke lokasi sebelum jam pulang bekerja di pabrik. Saat itu dia bilang ingin bertemu korban untuk membicarakan masalah. Tapi rupanya dicegah sekuriti di sana ketika pelaku ingin menemui korban, lantaran kepentingannya tidak jelas," lanjutnya.

Pelaku kemudian pergi dari sana dan sempat membeli pisau yang kemudian memang digunakan menusuk korban di kawasan Pasirmas Banjarmasin tersebut.

"Pada saat pertama mendatangi itu, tersangka belum membawa senjata tajam. Dia pergi sebentar untuk membeli pisau," sambung AKP Faizal.

Untuk sementara, polisi masih mendalami motif pelaku melakukan perbuatan tersebut. "Namun dari pengakuan pelaku, dia memang ada rasa sakit hati dan cemburu," ujarnya.

Baca juga: Pulang Bekerja, Pria Batola Tewas Akibat Ditusuk Sajam di Kawasan Banjarmasin Barat

Sementara itu, pelaku yang diwawancarai, mengakui perbuatannya tersebut. Niat awal mendatangi korban adalah membicarakan utang. Rupanya, pembicaraan itu merembet ke masalah lainnya.

"Kakak korban juga ada utang ke saya, Rp 2 juta. Dia meanui (menggoda) istri saya dan istri mengaku," singkatnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved