Breaking News:

Pupur Bangkal di Tengah Kosmetik Modern

VIDEO Rahasia Pupur Bangkal Kabupaten HST Hingga Tetap Eksis di Tengah Kosmetik Modern

Pupur bangkal dari Kabupaten HST tidak berisiko menimbulkan alergi di kulit, aman untuk segala usia, harganya sangat terjangkau, Rp 1.500 per kemasan.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pada tahun 80-an, pupur bangkal marak diiklankan di radi-radio lokal, di Provinsi Kalimantan Selatan. Termasuk di Bumi Murkata, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Selain berfungsi sebagai scrub yang mengangkat sel kulit mati, juga menghaluskan kulit yang kasar serta pemutih herbal, jika penggunaannya dicampur serutan bengkoang dan perasan jeruk nipis.

“Sejak SMA sampai sekarang berusia 36 tahun, saya masih menggunakan pupur bangkal untuk perawatan kulit dan wajah. Tidak pernah pakai produk perawatan kulit berbahan kimia,” ungkap Nurhidayah, warga Kota Barabai, Kabupaten HST.

Kelebihan pupur bangkal, jelas dia, tidak berisiko seperti menimbulkan alergi di kulit, sehingga aman digunakan segala usia.  Selain itu, harganya sangat terjangkau, Rp 1.500 per kemasan kecil.

Eksisnya pupur bangkal sebagai produk perawatan tradisonal masyarakat Banua, khususnya di Kabupaten HST, karena khasiatnya tak diragukan lagi.

Baca juga: Sebelum Bersanding di Pelaminan, Penganten di HST Luluran dan Batimung Menggunakan Pupur Bangkal

Baca juga: ASN di HST Datang dari Luar Daerah Zona Merah dan Hitam Wajib Swab Antigen

Kayu bangkal yang berwarna cokelat tua alami ini mampu merawat kehalusan kulit dan wajah jika digunakan secara rutin, sebagai sebagai scrub badan maupun peeling untuk wajah.

Di kalangan masyarakat, pupur bangkal juga digunakan untuk perawatan pasangan penganten, sebelum duduk bersanding di pelaminan.

Biasanya beberapa hari sebelum pesa resepsi pernikahan, mempelai terlebih dahulu melakukan perawatan kulit dan wajah, agar saat menjadi “ratu dan raja” sehari aura wajahnya lebih cerah dan kondisi tubuh bugar.

Pupur bangkal buatan perajin di Kota Barabai punya pangsa pasar tersendiri. Adalah HM Zaini (55) perajin pupur bangkal yang memproduksinya.

Ditemui Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (17/7/2021) malam, Zaini mengaku sudah memproduksi pupur bangkal sejak 25 tahun yang lalu.

Berkarung-karung isi bahan untuk memproduksi pupur bangkal di rumah HM Zaini (55), Jalan Simpang Empat Keramat Manjang, Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (17/7/2021) malam.
Berkarung-karung isi bahan untuk memproduksi pupur bangkal di rumah HM Zaini (55), Jalan Simpang Empat Keramat Manjang, Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (17/7/2021) malam. (BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved