Breaking News:

Berita Balangan

Coba Tanam Melon, Hamzallah Cari Peruntungan Rupiah dan Sukses Pasarkan ke Warga Sekitar

Menjadi seorang petani melon, menjadi terobosan baru bagi warga Desa Karya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel, Hamzallah. Ia yang baru pert

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Petani melon, Hamzallah memetik melon yang ada di kebunnya Desa Karya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Menjadi seorang petani melon, menjadi terobosan baru bagi warga Desa Karya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel, Hamzallah. Ia yang baru pertama kali mencoba menanam melon, memilih tanaman tersebut untuk mengisi ladang kosong miliknya.

Dua petak kebun melon nampak tumbuh di lahan Hamzallah yang luasnya mencapai dua hektar. Selain melon, ada beberapa tanaman lainnya yang ia rawat dan untuk dijual.

Menanam melon ucap Hamzallah merupakan usaha percobaan dirinya sebagai petani. Ketika banyak orang memilih untuk berkebun jenis buah lain, semisal semangka, di kampung itu, ia memutuskan berkebun melon yang buahnya saja belum tentu disukai warga.

Namun rupanya panen pertamanya beberapa waktu lalu berhasil memasarkan melon tersebut pada warga setempat.

Baca juga: Penyebab Tanah Bergeser di Desa Sawang Tapin Belum Diketahui, Petani Mengalami Kerugian

Baca juga: Petani di Mekarsari Batola Risau, Padi Rawan Disatroni Pencuri

Baca juga: Musim Panen, Petani di Tinggiran Darat Batola Kesulitan Akses Jembatan Bawa Combine

Baca juga: Polemik Masih Bergulir, Petani Sawit Plasma di Batola Harapkan Tiga Tuntutan Mereka Dipenuhi

"Hasil panen sudah ada yang dijual ke warga. Mereka ada yang nelpon untuk membeli dan itu dari kampung tetangga," ucap Hamzallah, Selasa (20/7/2021).

Buah melon yang masih belum begitu di kenal pada kalangan penduduk setempat tentu jadi kendala untuk pemasaran. Namun ia tidak menyerah dan bertekad untuk terus mengembangkan kebun tersebut.

Apalagi ucap Hamzallah, usaha melon nampak sangat menjanjikan. Dari hasil panen pertamanya saja yang modalnya sekitar 1,5 juta kini sudah menuai rupiah dua kali lipat yakni Rp 3 juta.

"Baru yang seperti ini hasilnya sudah lumayan, mungkin kalau perawatan lebih dan menggunakan pupuk yang bagus, hasilnya pun akan lebih," jelas Hamzallah.

Hamzallah tidak sendirian mengelola kebun melonnya. Ia dibantu kedua adiknya untuk berkebun dan masuk dalam kelompok tani yang ada di Desa Karya.

Keinginan Hamzallah untuk memiliki kebun melon rupanya terinspirasi dari postingan nitizen pada media sosial instagram. Dimana dalam unggahan yang ia liat, ada petani melon yang bermodalkan Rp 10 juta untuk mengembangkan kebun melon dan mendapatkan hasil Ro 60 juta.

Saat ini, dalam mengembangkan kebun melonnya, Hamzallah juga berharap adanya uluran tangan dari pemerintah terutama untuk pembinaan. Selain ia ingin belajar, dan berharap adanya terobosan baru dari instansi terkait untuk membantu memfasilitasi pemasaran melon.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved