Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ketua DPRD Kalsel: Perkiraan KUA PPAS Kalsel Surplus Rp 35 Miliar

Perkiraan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) provinsinya Tahun Anggaran 2022 mengalami surplus hingga sekitar Rp

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/milna sari
ketua DPRD Kalsel H Supian HK 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perkiraan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) provinsinya Tahun Anggaran 2022 mengalami surplus hingga sekitar Rp 35 miliar.

Meski begitu, pembahasan KUA PPAS yang hendaknya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMD sendiri merupakan janji dari kepala daerah atau visi misi yang harus ditunaikan dan dituntaskan.

"Iya kita sekarang masih belum ada gubernur, sementara sekarang akan pembahasan KUA PPAS," ujar Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Selasa (20/7/2021).

Belum adanya gubernur definitif menurutnya memang sedikit merepotkan. Pasalnya pembuatan RPJMD juga masih membingungkan.

Baca juga: Wakil Bupati Tanbu HM Rusli Sampaikan KUA PPAS TA 2022 di DPRD

Baca juga: Bupati HSS H Achmad Fikry Sampaikan KUA dan PPAS 2022 kepada DPRD

Baca juga: DPRD Kapuas Agendakan Rapat Paripurna KUA PPAS 2021 Malam Ini

Baca juga: DPRD Kabupaten Kapuas Harapkan Eksekutif Segera Serahkan Draft KUA PPAS

Sementara PJ Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengatakan pada KUA-PPAS Kalsel 2022 pendapatan daerah Rp5,5 triliun naik 2,55 persen atau sekitar Rp 138 miliar dari murni tahun anggaran 2021 sebesar sekitar Rp 5,4 triliun.

Sementara belanja daerah juga sekitar Rp5,529 triliun naik 0,06 persen atau sekitar Rp 3,4 miliar dari murni tahun anggaran 2021 Rp 5,526 triliun.

Sementara itu APBD Kalsel 2020 sesudah audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terdiri dari Pendapatan Daerah Rp6,4 triliun lebih atau 96, 54 persen dari target Rp6, 7 triliun lebih.

Kemudian Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp5, 3 triliun lebih atau 92,22 persen dari yang dianggarkan Rp5, 8 triliun lebih.

"Tidak tercapainya target pendapatan daerah Kalsel 2020 karena pengaruh pandemi COVID-19," ujar Safrizal.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved