Breaking News:

Berita Banjarbaru

Diterjang Badai Covid-19, Pendapatan Pajak Kota Banjarbaru Justru Meningkat

Target yang dicanangkan BP2RD Banjarbaru di semester I, hingga Juli 2021 mencapai 60,92 persen. Diperkirakan, akhir tahun bisa melebihi target.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KHAIRIL RAHIM
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru, H Rustam Effendi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Badai pandemi Covid-19 yang hampir berjalan selama dua tahun, tidak menyurutkan raihan pendapatan pajak daerah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Alih-alih menurun, justru pendapatan untuk daerah melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Banjarbaru mengalami peningkatan pada semester pertama 2021.

Kepala BP2RD Banjarbaru, H Rustam Effendi, Rabu (21/7/2021), mengatakan, target yang dicanangkan sebelumnya di semester I  hingga pertengahan Juli 2021 mencapai 60,92 persen.

Pendapatan pajak tertinggi pertama  Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sudah mencapai 90 persen.

Dari target pendapatan Rp 30 miliar sudah direalisasikan Rp 28 milliar. Lalu, pajak reklame 70 persen dari target Rp 3 miliar. 

Baca juga: Sudah 2 Hari WNA Asal Cina Dirawat di RSD Idaman Kota Banjarbaru

Baca juga: Kota Banjarbaru Mulai Terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level III

Disusul pajak penerangan jalan umum (PJU) sebesar 57 persen. Target pendapatan dari Rp 35,7 miliar sudah terealisasi Rp 20,5 miliar.

Untuk semester I, kata Rustam, angka yang didapat cukup bagus. Oleh karena itu jenis pajak akan ditingkatkan di APBD Perubahan. 

Pajak lainnya, disebut prosfektif juga cukup bagu. Karena, pajak yang lain mendekati 50 persen dan banyak juga yang lebih.

Hanya yang masih jauh dari target adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Target 2021 lebih tinggi dari sebelumnya dari Rp 12 miliar, kini naik Rp 14 miliar.

"Selain itu, PBB sudah menjadi rutinitas pemungutan di mulai April. Lalu Januari-Maret pengumpulan data dan proses penerbitan dan distribusi sampai kepada wajib pajak. Hanya tiga bulan berjalan. Ini beda dengan pajak lain  yang startnya mulai Januari," jelas dia.

Baca juga: Update Covid-19 Banjarbaru: 3 Meninggal, Positif 12, Sembuh Nihil

Baca juga: Curanmor di Kalsel, Melawan Diamankan, Pelaku Dilumpuhkan Petugas Polsek Banjarbaru Kota

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved