Breaking News:

Berita Banjarmasin

Atasi Keluhan Warga Terkait Limbah Produksi, PDAM Bandarmasih Berencana Membangun Decanter

Warga di Jalan Simpang Kuripan Komplek Cempaka Putih khususnya di Rt 5 Kelurahan Kebun Bunga mengeluhkan adanya limbah sisa hasil produksi PDAM Bandar

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Instalasi pengolahan air baku PDAM Bandarmasih. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Warga di Jalan Simpang Kuripan Komplek Cempaka Putih khususnya di Rt 5 Kelurahan Kebun Bunga mengeluhkan adanya limbah sisa hasil produksi PDAM Bandarmasih.

Pasalnya limbah sisa PDAM Bandarmasih berupa lumpur berwarna kuning kecokelatan tersebut mengendap dan juga mencemari aliran anak-anak sungai yang ada di lingkungan mereka.

Dikonfirmasi terkait adanya keluhan warga tersebut, Senior Manager Produksi dan Distribusi PDAM Bandarmasih, Walino menerangkan limbah sisa   produksi tersebut bukanlah secara sengaja dibuang ke aliran sungai.

Diceritakan Walino, pada tahun 1937 lalu atau awal dibangun, PDAM Bandarmasih hanya memiliki bak untuk menampung sisa produksi sebesar 35 liter per detik. Sehingga saat itu limbah sisa produksi pun sebagian langsung dibuang ke got maupun aliran anak sungai.

Baca juga: Warga Cempaka Putih Keluhkan Endapan Limbah Sisa Produksi PDAM Bandarmasih

Baca juga: Sosialisasi di Tapin Utara, Dinkes Tapin Kenalkan Pengolahan Limbah Covid-19

Baca juga: Limbah Menjadi Berkah, Pemanfaatan FABA PLTU Asam Asam

Baca juga: Limbah Batubara Dikeluarkan dari Limbah B3, BEM Se Kalsel Sambangi DPRD

Seiring waktu dan meningkatnya jumlah penduduk serta meningkatnya juga konsumsi pelanggan, pada tahun 1993, PDAM Bandarmasin pun meningkatkan kapasitas menjadi 500 liter per detik untuk menampung sisa produksi.

Selain jumlah produksi air meningkat untuk memenuhi kebutuhan warga Banjarmasin, limbah sisa produksi air baku ini pun semakin meningkat karena memburuknya kualitas air baku yang akan diproduksi. Bahkan tingkat kekeruhan air baku sudah mencapai ambang batas yakni 250 Nephelometric Turbidity Units (NTU).

Akibatnya, bak daya tampung instalasi pengolahan lumpur sisa produksi air milik PDAM Bandarmasih pun tak mampu menampungnya.

"Jadi kita tidak ada niatan atau sengaja membuang sisa produksi air ini ke sungai. Tapi karena kapasitas bak penampungannya sudah tidak mampu menampung sehingga meluber dan kemudian sampai ke sungai-sungai," kata Walino.

Berbagai upaya pun dijelaskan oleh Walino dilakukan oleh PDAM Bandarmasih untuk menangani sisa produksi air tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved